Berita

Politik

Konsisten Mengawal NKRI, #MiladKokam51 Jadi Trending Topic

SABTU, 01 OKTOBER 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) hari ini genap berusia 51 tahun. Ucapan selamat dan terima kasih kepada KOKAM yang telah berkiprah selama ini dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengalir di media sosial, khususnya Twitter.

"Mabruk #MiladKokam51," kicau aktivis Muhammadiyah yang juga politikus PDI Perjuangan, Faozan Amar.

"Demi kemanusiaan, demi bangsa! Met milad Kokam!!!" cuit aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Julius Ibrani di akun Twitter-nya, ‏@juliusibrani.


Tak hanya itu, harapan dan doa juga disampaikan para netizen agar KOKAM tetap konsisten seperti pada awal pembentukan. Apalagi saat ini tantangan kebangsaan semakin kompleks dibanding 51 tahun lalu.

"Selamat #miladKokam51 terus berkarya utk bangsa," ungkap pemilik akun ‏@jumadi_aditama.

Perhatian netizen terhadap Milad Kokam ke-51 ini cukup tinggi. Terbukti, tanda pagar atau hashtag #MiladKokam51 menjadi trending topic saat ini. Pantauan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, #MiladKokam51 bertengger setingkat di atas #Pancasila.

"Bangsa Indonesia hrs berbangga hati dgn KOKAM, yg sejak 51 thn yg lalu sdh hadir "bela & cinta negara," kicau pemilik akun Twitter ‏@fujirohman.

Sementara itu, seorang netizen lainnya, Virgo Sulianto mengungkapkan KOKAM bukan sekadar nama. KOKAM adalah jiwa yang mlekat pada setiap kader Pemuda Muhammadiyah, lewat akun Twitter-nya, ‏@virgosulianto, dia menegaskan amar ma'ruh nahi munkar itu jiwa kami.

"Sudah dibuktikan dg pengamanan kasus pelik siyono ...berjayalah KOKAM...bersama rakyat membangun kehidupan bermartabat #MiladKokam51," timpal pemlik akun Twitter ‏@warsonoku.

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja J. Antoni juga ikut bercuit. Melalui ‏@AntoniRaja, dia mengakui KOKAM punya peran penting dalam sejarah RI. "Perlu redefinisi dan rekontekstualisasi peran Kokam agar lebih bermanfaat. Selamat #MiladKokam51," tuit mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Lewat akun Twitter-nya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa komitmen 51 tahun KOKAM merawat ukhuwah islamiyah dan NKRI, bahkan lebih maju lagi, yaitu ukhuwah insaniyah akan terus.

"Kesejatian kokam adl amar Makruf nahi mungkar semangat itu harus terus dihidupkan @pppemudamuh #miladKokam51," ungkapnya melalui ‏@Dahnilanzar. [Untuk mengetahui lebih jauh tentang KOKAM, klik: Wajib Kokam]

Milad KOKAM hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Karena memang, pendirian KOKAM pada 1 Oktober 1965 lalu berkaitan dengan tragedi kebangsaan saat itu, yang kerap disebut Gerakan G 30 S PKI.

Peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) ini menyebabkan tujuh orang perwira Angkatan Darat gugur. Karena itu KOKAM dibentuk sebagai pasukan khusus dari Muhammadiyah yang bersiapsiaga terhadap berbagai kemungkinan gangguan terhadap Negara Kesatauan Republik Indonesia (NKRI).

"KOKAM,Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah, sprti namanya kokam harus menyiapkan diri menghadapi Nasakom saat itu #MiladKOKAM51," cuit Putra Batubara.

Puncak dari rangkaian kegiatan Milad KOKAM ke-51 akan digelar di alun-alun Purworejo, Jawa Tengah, besok dengan menghelat acara Apel Nasional Cinta Negara.

Pemilik akun Twitter ‏@siputrabatubara ini menginformasikan, setelah apel akbar tersebut akan digelar Dialog Kebangsaan: Gerakan Islam Berkemajuan dalam Bingkai NKRI di kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Akan tampil sebagai pembicara Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas; Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak; dan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya