Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Idul Adha

SENIN, 12 SEPTEMBER 2016 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

CAK NUR panggilan akrab bagi Dr. Nurcholis Majid adalah sahabat sekaligus mahaguru terhadap upaya saya mempelajari Islam. Satu di antara pelajaran yang diwariskan almarhum Cak Nur kepada saya adalah mengenai makna pengorbanan terkandung di dalam Idul Adha.

Alkisah, Nabi Ibrahim membawa puteranya, Nabi Ismail ke Mina. Setiba di Mina, Nabi Ibrahim bertanya kepada Nabi Ismail "Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102). Nabi Ismail menjawab "Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

Nabi Ismail juga memohon "Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka. Tajamkanlah pedang dan goreskan segera di leherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, 'Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.' Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulkan rasa sedih di hati ayah,”.


Setelah mendengar keikhlasan putranya, Nabi Ibrahim terharu "Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”. Kemudian Nabi Ibrahim menggoreskan pedangnya ke leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun gagal menggoresnya. Nabi Ismail berkata, Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya."

Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau gagal  melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Kemudian Nabi Ibrahim menghujamkan pedangnya ke arah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. "Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?”.

Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, "Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?".

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar" (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106). Pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir mengagungkan kebesaran Allah SWT atas ketaatan kedua umat-Nya dalam menjalankan perintah-Nya.

Peristiwa memuliakan Allah SWT itu kemudian dirayakan sebagai hari raya Idul Adha. Dalam menghayati makna kisah mengharukan tersebut dapat ditafsirkan bahwa makna pengorbanan yang terkandung di dalam hari raya Idul Adha merupakan pengorbanan secara murni sukarela dan tulus ikhlas tanpa paksaan.

Kesepakatan didahului musyawarah-mufakat antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail  sehingga menjadi suatu pengorbanan yang benar-benar tulus ikhlas dipersembahkan oleh manusia kepada Allah SWT. Selamat merayakan hari raya Idul Adha.

Penulis adalah pemerhati kemanusiaan

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya