Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Penolakan Warga Terhadap Ahok Akan Diteruskan Ke Megawati

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 | 13:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Bambang DH, berjanji segera menyampaikan aspirasi warga Jakarta yang menolak pencalonan incumbent, Basuki Purnama alias Ahok, langusng ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Diberitakan sebelumnya, Markas DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, didatangi sekitar 100 warga Jakarta dari berbagai perkumpulan. Mereka melakukan unjuk rasa meminta partai yang mengaku peduli "wong cilik" itu untuk tidak menjadikan Basuki Purnama alias Ahok sebagai calon Gubernur DKI yang diusung.

"Jadi, intinya, mereka sampaikan aspirasi dari beberapa kelompok warga yang sudah tergusur dan masyarakat lain yang merasa terancam," kata Bambang usai menemui demonstran anti Ahok di depan Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).


Dikutip dari RMOL Jakarta, Bambang menjamin, aspirasi masyarakat tersebut akan disampaikan langsung ke pimpinan partai, Megawati Soekarnoputri. PDIP sendiri belum menentukan siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

"Mereka sampaikan aspirasinya pada DPP untuk tidak memilih gubernur seperti ini (Ahok). Kami terima dan akan diteruskan ke pimpinan," ujar Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta ini.

Sementara itu, perwakilan masyarakat, Gugun, dari Urban Poor Consortium (UPC) menegaskan, cara membangun Jakarta bukanlah dengan menggusur masyarakat miskin melainkan mendata mereka untuk kemudian disejahterakan.

Dia curiga, penggusuran yang masih akan terus dilakukan pemerintahan Ahok adalah upaya sistematis menghilangkan kantong-kantong suara rakyat miskin yang sudah pasti tak akan memilihnya di Pilkada mendatang.

"Kami curiga ini sengaja dilakukan Ahok untuk menghilangkan kantong suara rakyat miskin yang tidak mungkin memilih dia," terangnya. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya