Berita

Abu Sayyaf/Net

Pertahanan

Dua WNI Kabur, Pemerintah Mesti Waspadai Reaksi Abu Sayyaf

SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 11:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi menyusul keberhasilan dua sandera asal Indonesia meloloskan diri dari sekapan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Kita bersyukur mereka berhasil kabur dari sekapan kelompok Abu Sayaf. Namun, kejadian tersebut dikhawatirkan akan membuat kelompok Abu Sayyaf melakukan respon yang tidak diharapkan terhadap sandera yang masih tersisa. Karenanya, pemerintah harus segera bertindak dan merespon cepat," ucap Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar, dalam keterangan persnya.

Diberitakan bahwa aparat militer Filipina menemukan satu sandera asal Indonesia yang disebut bernama Ismail, di wilayah Bual, Luuk, Provinsi Sulu, sekitar sembilan jam setelah ditemukannya Muhamad Sofyan, satu dari tujuh awak TB Charles yang diculik kelompok Abu Sayyaf. Mereka berdua berhasil meloloskan diri dari sekapan penyandera.


Salah satu dari sandera asal Indonesia itu kabur setelah pihak Abu Sayyaf mengancam akan memenggal kepalanya. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena kaburnya dua sandera kemungkinan akan menambah ancaman bagi nyawa sandera yang masih disekap.

Rofi menyadari bahwa langkah pembebasan sandera tidaklah mudah, karena perlu menghadapi teritori yang sulit dan kendala diplomasi. Tapi dari apa yang berkembang hingga saat ini, belum ada kabar memuaskan.

Ia menyatakan, perlu ada usaha yang lebih intensif untuk membuka jalur non formal dan memberdayakan jejaring yang ada. Selain itu, perlu juga melakukan operasi intelijen dan membuka opsi infiltrasi militer.

"Dengan keberhasilan dua orang sandera lolos dari sekapan kelompok abu sayyaf, sesungguhnya menjadi peluang bagi pemerintah Filipina dan Indonesia untuk melakukan langkah-langkah pembebasan yang lebih terukur. Informasi bisa didapatkan lebih mudah," katanya.

Rofi menambahkan, pemerintah Indonesia tidak bisa hanya menunggu kejutan-kejutan atas penyanderaan yang saat ini masih terjadi. Dan menurut dia, seharusnya Pemerintah Filipina membuka jalur yang  lebih lunak untuk mengikutsertakan militer Indonesia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Mayor Filemon Tan dari Komando Mindanao mengatakan, sejauh ini Abu Sayyaf masih menahan 15 sandera asing, termasuk seorang warga Norwegia, seorang  warga Belanda, lima orang Malaysia dan delapan orang warga negara Indonesia.

Selain itu, militan juga menyandera delapan warga Filipina di persembunyian mereka di hutan belantara Filipina Selatan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya