Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon: Baca Sejarah Politik Bangsa Lewat Prangko

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 15:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Prangko telah menjadi bagian dari arsip sejarah yang penting, karena benda pos ini dalam perjalanan sejarahnya tak hanya menjadi tanda bagi bea pengiriman pos, tetapi telah menjadi arsip bagi berbagai peristiwa bersejarah, alat komunikasi pembangunan, serta jembatan diplomasi yang menghubungkan berbagai bangsa. Itu sebabnya, dalam rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, DPR RI mengadakan pameran filateli.

"Sesuai dengan posisi DPR sebagai lembaga politik, maka pameran filateli kali ini mengambil tema 'Politik dalam Prangko'. Prangko-prangko yang menggambarkan berbagai peristiwa politik penting dalam sejarah Indonesia dipamerkan dalam pameran filateli ini," kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, beberapa saat lalu (Kamis, 18/8).


Koleksi prangko milik Fadli Zon, yang berjudul "Netherlands Indies Postal Cancellation 1789-1917" juga ikut dipamerkan. Koleksi yang termasuk kelas Postal History ini menceritakan perjalanan cap pos yang diterakan pada seluruh surat dan kartu pos mulai dari masa sebelum ada prangko tahun 1789 (VOC dan pre-philately) sampai dengan masa sesudah ada prangko hingga tahun 1917, pada masa Hindia Belanda. Koleksi Fadli ini pernah mendapatkan Medali Large Vermeil pada pameran filateli tingkat dunia di Singapura tahun 2015, dan di New York pada 2016.

Koleksi prangko milik Fadli Zon, yang berjudul "Netherlands Indies Postal Cancellation 1789-1917" juga ikut dipamerkan. Koleksi yang termasuk kelas Postal History ini menceritakan perjalanan cap pos yang diterakan pada seluruh surat dan kartu pos mulai dari masa sebelum ada prangko tahun 1789 (VOC dan pre-philately) sampai dengan masa sesudah ada prangko hingga tahun 1917, pada masa Hindia Belanda. Koleksi Fadli ini pernah mendapatkan Medali Large Vermeil pada pameran filateli tingkat dunia di Singapura tahun 2015, dan di New York pada 2016.

Selain itu pada pameran ini juga ditampilkan koleksi milik Indra Kusuma, prangko-prangko berjudul "Repoeblik Indonesia 1945-1949: The Local Issued Stamps During the Independence War in Java Island". Koleksi kelas Tradisional Filateli ini menggambarkan seluruh penerbitan prangko, variasi, serta penggunaannya di Jawa pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, 1945-1949.

Koleksi lain yang juga ditampilkan adalah milik Tono Dwi Putranto, yang berjudul "The Development of KLM and KNILM Operation in Netherlands Indies 1920-1942". Koleksi kelas Aerophilateli ini menampilkan perjalanan amplop surat yang dikirim melalui pesawat udara, terutama mengenai tarif dan rutenya di Hindia Belanda pada periode 1920�"1942.

Ada juga koleksi Avie Wijaya, dengan judul koleksi "Republic Indonesia 1945-1949 Under NICA (Netherlands Indies Civil Administration)"; koleksi Yan Wiriadi Jodana, dengan judul koleksi "A Study of Occupation, Emergency and Local Issued Stamps Under Republic of Indonesia Rule at Java and Madoera during 1945-1949"; koleksi Agus Wibawanto, dengan judul koleksi "The Struggle for Independence in Java 1945-1949"; koleksi Budi Rachmanto; koleksi Gita Noviandi, dengan judul koleksi "Postal Card of Dutch East Indies 1874-1932".

Pada pameran filateli ini juga ditampilkan koleksi prangko seri Pemilihan Umum, keikutsertaan Indonesia dalam berbagai organisasi dunia, hubungan-hubungan diplomatik, Reformasi 1998, lepasnya Timor Timur, gambaran hasil-hasil pembangunan Indonesia setiap lima tahun sekali, tokoh-tokoh politik, hingga seri Presiden RI, mulai dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Ditampilkan juga Sampul Hari Pertama Seri Presiden Joko Widodo yang ditandatangi asli. Koleksi itu milik Dr. Fadli Zon. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya