Berita

Hukum

Wartawan Masih Dianiaya, Panglima Harus Evaluasi Hubungan TNI Dengan Pers

SELASA, 16 AGUSTUS 2016 | 12:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Polisi Militer TNI AU bersama Kepolisian harus bekerjasama mengusut tuntas peristiwa pemukulan terhadap Array (Jurnalis Harian Tribun Medan) dan Andry Syafrin (Jurnalis MNCTV) oleh aparat TNI AU sesuai aturan KUHP dan UU Pers .

Para jurnalis itu dipukuli beberapa anggota TNI saat meliput sengketa lahan antara warga Sirerojo di Medan, Sumatera Utara, dengan aparat TNI, kemarin (Senin, 15/8). 
"Pengusutan peristiwa ini mendesak, karena kami tidak ingin TNI menjadi lembaga yang ikut melanggengkan impunitas terhadap pelaku kekerasan," kata Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Nawawi Bahrudin, dalam keterangan persnya (Selasa (16/8).

LBH Pers meminta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk segera mengevaluasi kerja-kerja intitusi TNI yang berhubungan dengan jurnalis dan memberikan peringatan keras kepada para anggota TNI untuk menjaga hubungan baik dengan media.

LBH Pers meminta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk segera mengevaluasi kerja-kerja intitusi TNI yang berhubungan dengan jurnalis dan memberikan peringatan keras kepada para anggota TNI untuk menjaga hubungan baik dengan media.

"Karena media adalah salah satu corong demokrasi yang semestinya digunakan TNI sebagai alat pendekatan kepada masyarakat secara luas," katanya.

Tidak lupa LBH Pers mengingatkan kepada jajaran pimpinan TNI AU agar wajib mengedepankan cara-cara sipil dan dialog dengan masyarakat dalam menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi di Sirorejo, Medan, Sumatera Utara. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya