Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Lima Hal Buktikan Ahok Melenceng, Ditambah Permainan Isu SARA

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 11:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setidaknya ada lima catatan yang membuktikan Gubernur Basuki Purnama alias Ahok melenceng dari harapan rakyat dan amanat konstitusi dalam memimpin Jakarta.

Lima catatan itu diungkap Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat, Khalid Zabidi, kepada redaksi.

Pertama, Ahok menjalankan kebijakan penggusuran pemukiman rakyat dengan kekerasan dan tanpa perikemanusiaan sehingga menciptakan krisis sosial berkepanjangan. Hal ini terjadi dalam kasus penggusuran Kampung Pulo, penggusuran warga Luar Batang, penggusuran Warga Kalijodo dan Penggusuran warga kampung Aquarium.


Kemudian, Ahok terlibat mal-administrasi Pemprov DKI dalam kasus pembelian RS Sumber Waras dan Lahan Rusun Cengkareng yang menurut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) menyalahi prosedur dan merugikan keuangan negara.

Ahok juga menjalankan kebijakan sektor lalu lintas yang tidak konsisten sehingga kemacetan tidak kunjungi mendapat solusi. Menghentikan 3 in 1 secara sepihak, melarang sepeda motor di beberapa ruas jalan secara sepihak dan pemberlakuan nomor ganji dan genap yang kontroversial.

Keempat, Ahok bersikap arogan perihal kasus penghentian pembangunan Reklamasi Pulau G dengan tidak mematuhi rekomendasi Komite Bersama yang dipimpin Menko Maritim dan Sumber Daya kala itu, Rizal Ramli.

Terakhir, Ahok melakukan politisasi jabatan Gubernur dengan melakukan pengumpulan KTP warga untuk kepentingan politik sendiri sebelum masa kampanye secara resmi dimulai dan secara sembrono mengajak PNS, Heru Budi Hartono, masuk dalam panggung politik Pilgub.

Karena itu Khalid berpendapat, kepemimpinan Ahok tidak membawa Jakarta lebih baik dibandingkan masa sebelumnya, bahkan cenderung menciptakan instabilitas politik selain kegagalan Ahok menjalankan agenda perubahan bagi warga.

"Ahok juga memunculkan isu bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) yang sangat sensitif," sesal Khalid. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya