Berita

Happy Salma/Net

Blitz

Happy Salma, Sibuk, Tapi Tahu Diri Sebelum Dibatasi Suami

SABTU, 06 AGUSTUS 2016 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Happy Salma, pendiri Titimang­sa Foundation, kembali menangani proyek pertunjukan teater. Untuk pentas Bunga Penutup Abad, ia meng­gandeng beberapa aktor kondang. Jelas sudah, meski sudah punya satu anak, artis awet muda ini kian sibuk. Toh begitu ia merasa tetap koridor sebagai ibu rumah tangga.

"Saya yang membatasi diri sebelum dibatasi (suami). Karena perempuan kan ada kodratnya, itu nggak bisa kita pungkiri. Waktunya aja yang diatur sekarang mah," tutur Happy.

"Paling utama tetep keluarga, Al­hamdulillah yang lain tetep bisa jalan. Jadi kalo lagi ada waktunya mending bikin yang bagus sekalian (maksudnya karya)," imbuh istri bangsawan Bali, Tjokorda Bagus Dwi Santana Max Kerthyasa ini.


Kini, Tjokorda Sri Kinandari Ker­thyasa, putrinya yang baru berusia 16 bulan makin lucu dan menggemaskan. Alhasil, Happy tetap tak ingin jauh dari sang buah hati meski tengah sibuk bikin proyek teater.

"Namanya ibu sama anaknya kan harus tetap diajak ngomong, tetap diajak jalan. Kalau nggak diajak lebih repot lagi. Pasti lebih stres. Kalau dia nggak ada pasti akunya yang lebih repot," ungkap wanita 36 tahun asal Sukabumi ini.

Kinandari termasuk bayi yang tidak gampang rewel saat diajak ke luar rumah. Tapi tetap saja, sebagai ibu, Happy selalu memproteksi putrinya dari bahaya lingkungan sekitar.

"Karena sekarang pekerjaan saya kan saya yang mengatur produksinya (teater). Jadi aku kondisikan sebisa mungkin untuk terhindar asap rokok. Dan kalau pentas kan waktunya jelas, kalau dua jam ya dua jam, nggak molor," urai Happy.

"Dia juga sering sih kayak ke Austra­lia, Bali, Jakarta. Di Bali mah kan dia deket laut, deket gunung, jadi biarin dia main di alam terbuka aja. Fisiknya emang lebih reaktif," lanjut bintang film Sang Penari dan Air Mata Terakhir Bunda ini. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya