Berita

Lukman Hakim Saifuddi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Lukman Hakim Saifuddin: Sekolah Yang Diminta Pemerintah Turki Ditutup Itu Ada Di Bawah Kemendikbud

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 08:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan di Indo­nesia tidak terkait dengan organisasi yang dilarang oleh otoritas Turki. Penegasan itu dilontarkan terkait permint­aan Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Turki di Jakarta, untuk menutup sembilan sekolah di Indonesia yang diindikasikan terkait dengan ulama Fethullah Gulen.

Pemerintah Turki menuduh Gulen sebagai dalang aksi kudeta di negara tersebut pada akhir Juli lalu. Imbasnya, Kamis pekan la­lu, Turki meminta sembilan seko­lah di Indonesia yakni, Pribadi Bilingual Boarding School yang berada di Depok dan Bandung. Lalu, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, dan Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta. Kemudian, Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Fatih Boy's School dan Fatih Girl's School di Aceh, serta Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan.

"Sekolah yang diminta pe­merintah Turki untuk ditutup itu ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami tidak mengelola sekolah, tapi yang kami kelola madra­sah dan lembaga pendidikan keagamaan," kata Lukman saat ditemui di Kantor Kementerian Agama, Jakarta kemarin. Berikut penjelasan politisi PPP tersebut.


Pemerintah Turki meminta Indonesia menutup sembilan sekolah yang dikatakan terkait Fethullah Gulen?
Yang perlu diketahui, sekolah yang diminta pemerintah Turki untuk ditutup itu ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kami tidak mengelola sekolah, tapi yang kami kelola adalah ma­drasah dan lembaga pendidikan keagamaan.

Apakah ada lembaga pendidikan di bawah Kemenag yang bekerja sama dengan organisasi yang dilarang Turki?
Kalaupun ada adalah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Namun kerja sama tersebut belum dilaksanakan dan baru sebatas nota kesepahaman serta tidak ditindaklanjuti secara konkret.

Kenapa?
Kerja sama tersebut sudah di­batalkan sejak April 2016. Pembatalannya jauh sebelum ter­jadinya kudeta di Turki. Dengan demikian, pemutusan kerja sama itu bukan karena desakan pemerintah Turki yang meng­inginkan pembubaran organisasi dan lembaga pendidikan terkait Gullen di seluruh dunia. Tapi karena ada kenyataan lapangan bahwa kerja sama tidak bisa ditindaklanjuti lagi.

Anda baru saja mewisuda pe­serta Pesantren Sulaimaniyah, bukannya itu kerja sama Indonesia-Turki?
Iya, tapi tidak terkait dengan Gulen. Sulaimaniyah berafiliasi dengan organisasi United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) Turki. Yayasan UICCIini bukanlah lembaga yang di­larang pemerintah Turki seperti belakangan muncul isu itu.

Bisa dijelaskan mengenai lembaga tersebut?
Berdasarkan dokumen, mer­eka ada dalam payung hukum dan berkomitmen untuk meng­hasilkan para hafiz Al Quran dan tidak ada afiliasi dengan organisasi terlarang versi pemer­intah Turki. Kerja sama tersebut memperkuat akses santri dan ke-Islaman.

Oh ya, mengenai kerusuhan bernuansa agama di Tanjungbalai?
Sejauh ini kami tidak melihat akar pemicunya masalah itu bu­kan permasalahan agama.

Lantas?
Ini lebih persoalan etnis yang memang sudah cukup lama pu­nya bibit-bibit seperti api dalam sekam, yang jika kemudian muncul pemicunya, kemudian meledak. Kejadian itu karena adanya provokasi dari media sosial.

Kita amat sangat menyayang­kan kejadian itu dan kami terus melakukan pendalaman ber­sama aparat Kepolisian. Kami sudah menerjunkan pejabat kita sesuai bidangnya masing-masing untuk mendalami keja­dian itu. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya