Berita

Foto: Net

Dunia

Bom Beracun Klorin Kembali Jatuh Di Suriah

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 02:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebuah helikopter diduga kuat menjatuhkan bom gas beracun di kota Saraqeb, provinsi Idlib di Suriah, pada Senin malam. Wilayah yang menjadi sasaran adalah daerah basis para pemberontak.

Kepala kelompok Pertahanan Sipil Suriah, Raed Saleh, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 33 warga sipil, termasuk 18 perempuan dan 10 anak-anak, menjalani perawatan di rumah sakit setempat setelah serangan tersebut.

"Tepat sebelum tengah malam, helikopter menjatuhkan lima barel peledak yang mengandung klorin dan pecahan logam di Saraqeb. Kami menduga itu klorin karena bau dan luka-luka yang diakibatkannya. Sesak napas, luka bakar, mata merah," jelas Raed.


Jaringan relawan penyelamat yang beroperasi di daerah pemberontak, juga dikenal sebagai White Helmets, mempublikasikan video di YouTube yang menggambarkan para korban berjuang untuk bernapas dan mendapat bantuan masker oksigen dari petugas penyelamat.

Yang jadi masalah lebih jauh adalah lokasi jatuhnya bom itu terletak sekitar 15 km dari tempat helikopter Mi-8 Rusia ditembak jatuh pada hari yang sama. Lima orang di dalam heli tidak selamat dalam insiden itu.

Helikopter itu ditembak jatuh di tengah perjalanan menuju pangkalan angkatan udara Rusia di Khmeimim setelah membagikan bantuan kemanusiaan di Aleppo

Al Jazeera melaporkan, beberapa aktivis menduga serangan gas klorin ini punya kaitan atau bisa jadi serangan balas dendam atas jatuhnya helikopter Rusia tersebut.

Menanggapi dugaan itu, pihak Kremlin (kantor presiden Rusian) sudah menolak tegas. Kremlin mengatakan informasi tersebut tidak berdasar.

Sementara itu, Pemerintahan Suriah di bawah Bashar Al Assad sejauh ini belum memberi keterangan soal serangan gas beracun itu.

Sebelumnya, Pemerintah Suriah telah berulang kali dituduh menjatuhkan bom barel sarat dengan bahan kimia beracun pada wilayah yang dikuasai pemberontak.

Di Saraqeb sendiri, kejadian serangan bom beracun bukan sekali saja terjadi. Serangan dengan bom klorin juga pernah terjadi Mei lalu.

Menurut Suriah American Medical Society (SAMS), sejak perang dimulai pada tahun 2011, terjadi lebih dari 160 serangan kimia di Suriah. Serangan jenis itu setidaknya telah membunuh 1.491 orang dan mengakibatkan 14.581 orang luka-luka akibat paparan bahan kimia. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya