Berita

Rizal Ramli/net

Para Hoaxit

Tidak Ada Sesal Telah Berpihak Kepada Rakyat
JUMAT, 29 JULI 2016 | 18:09 WIB | OLEH: AGUS PRIYANTO

SEBENARNYA jadwal berbicara DR. Rizal Ramli (RR) di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One pada 26 Juli 2016 belum lagi usai, namun dirinya terpaksa tinggalkan acara tersebut karena dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. Tak dinyana, si "Rajawali Kepret" masuk gerbong reshuffle kabinet tanggal 27 Juli 2016.

Berikut adalah beberapa liputan terkait acara debat malam itu:
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/801449-rizal-ramli-pengembang-reklamasi-nurut-atau-saya-sikat, http://www.portalpiyungan.com/2016/07/video-rizal-ramli-sikat-ahok-pengembang.html

Seorang politisi PDI Perjuangan, partai pengusung kemenangan Jokowi di 2014, dr. RibkaTjiptaning, menyesalkan proses politik dicopotnya RR ini dengan menyampaikan:

Seorang politisi PDI Perjuangan, partai pengusung kemenangan Jokowi di 2014, dr. RibkaTjiptaning, menyesalkan proses politik dicopotnya RR ini dengan menyampaikan:

"Revolusi itu butuh orang yang revolusioner, wadah yang revolusioner, wadah Pak Jokowi, orangnya revolusioner dong, ini antek neolib semua,… Sayang banget Bang Rizal kembali lagi ke jalan,". http://nasional.sindonews.com/read/1126887/12/ribka-tjiptaning-sebut-kabinet-jokowi-representasi-orba-dan-neolib-1469684898

Seorang petinggi PDI Perjuangan lainnya (anonim), malah mengirimkan pesan:
"Bang RR, perjuangan Bang Rizal luar biasa dlm menegakkan Indonesia yang berdaulat dan berdikari. Bang Rizal tercatat sbg sosok yang berkarakter dan obyektif. Jadi kami bela Bang RR dgn cara kami. Keadilan akan ditegakkan. Merdeka!!"

RR sendiri tidak banyak komentar menanggapi proses pencopotan dirinya dari Kabinet, ia malah membacakan penggalan puisi karya WS. Rendra -rekan seperjuangan RR sejak masa melawan Orde Baru- yang berjudul Hai Ma!. https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/07/28/090791282/dicopot-sebagai-menteri-rizal-ramli-baca-puisi-w-s-rendra

Artinya, RR tidak menyesal karena keberpihakan posisi politiknya kepada rakyat banyak. Toh juga, rakyat pun -yang mengatasnamakan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta- mengapresiasi resiko politik yang menimpa RR ini dengan berencana menggelar konferensi pers pada hari ini, 29 Juli 2016. http://www.rmol.co/read/2016/07/29/254949/Koalisi-Selamatkan-Teluk-Jakarta-Gelar-Diskusi-Menyikapi-Reshuffle-Menko-Maritim-

Bukankah sebelas bulan lalu juga di Istana Bogor, menurut informasi yang beredar, Jokowi sendiri yang merayu RR masuk kabinet dengan mengatakan, "Mas Rizal, ini yang minta (menerima jabatan Menko Maritim) bukan Jokowi Presiden, tapi yang minta ini adalah rakyat Indonesia."

Sehingga saat itu RR luluh, padahal sebelumnya nyaris menolak tawaran jabatan dari Jokowi tersebut. Kini saat Jokowi mengambil kembali kepercayaan tersebut dari RR, maka seharusnya tiada penyesalan. Dan memang betul bahwa yang harus diberi terimakasih untuk 11 bulan yang revolusioner ini adalah rakyat Indonesia, bukan siapapun. http://politik.news.viva.co.id/news/read/801506-rizal-ramli-terima-kasih-rakyat-indonesia.

Hoaxit
Sangat aneh memang tentang susunan reshuffle jlid kedua ini. Dulu sewaktu memulai pemerintahan, katanya pemerintahan ini akan mewujudkan Trisakti dan Nawacita, tapi yang sekarang dimasukkan ke dalam Kabinet jelas adalah orang-orang yang rekam jejaknya berseberangan dengan kedua visi besar tersebut. Seperti misalnya Sri Mulyani, ekonom yang secara ideologi bertentangan dengan RR: http://www.tribunnews.com/bisnis/2016/07/28/dradjad-wibowo-sebut-sri-mulyani-neoliberalisme-yang-mazhabnya-konsensus-washington.

Dan juga Sri Mulyani pulalah yang memiliki rekam jejak bertanggung jawab atas Skandal Bank Century, skandal keuangan yang sempat mengguncang pemerintahan SBY beberapa tahun lalu. Opini politik yang juga didukung oleh PDI Perjuangan saat itu: http://www.merdeka.com/peristiwa/mereka-dulu-mencibir-sekarang-puja-puji-sri-mulyani.html

Lalu, apakah cita-cita Trisakti dan Nawacita hanya merupakan pepesan kosong, alias hoax? Segala pidato yang berbusa-busa itu, yang menyatakan Indonesia akan kembali mengusung cita-cita Bung Karno, hanya hoax? Boleh jadi. Karena yang paling teringat dalam kalbu adalah kenaikan Jokowi sebagai tokoh walikota yang fenomenal karena memunculkan ide membangun mobil nasional karya anak sekolah kejuruan: ESEMKA.

Kini setelah dua tahun pemerintahan, tanda-tanda ke arah sana, pembangunan mobil nasional, belum lagi terlihat.
Atau tentang, cita-cita Jokowi hendak memberantas kartel impor pangan seperti sering disampaikannya pada 2014, sudah dua tahun berlalu tidak kunjung juga terlihat seperti apa cara memberantasnya. Dulu katanya mau menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di masa lalu (seperti tertuang di Nawacita), kini malah mengangkat pelanggar HAM menjadi Menko Polhukam.

Dulu juga, bersamaAhok, katanya mau bangun Kampung Deret di DKI Jakarta, setelah dua tahun jadi Gubernur tidak terwujud, setelah wakilnya, Ahok, jadi Gubernur pun hingga saat ini menjelang Pilkada 2017, kampung deret tidak terlihat batang hidungnya. Jangan sampai rakyat kita diberi hoax terus. Para pejabat yang selalu memberi hoax kepada rakyat harus dikeluarkan dari pemerintahan melalui pintu exit, maka untuk mereka ini dapat kita sebut sebagai para hoaxit. Harus segera diakhiri ini, eranya para hoaxit. [***]

Penulis adalah Sekjen Liga Pemuda Indonesia (LPI)

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya