Berita

Fethullah Gulen/net

Dunia

Resmi, Erdogan Tuduh Fethullah Gulen Otak Kudeta

SABTU, 16 JULI 2016 | 11:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Secara terang-terangan Presiden Turki, Reccep Erdogan, menuduh Fethullah Gulen, seorang tokoh politik juga ulama berpengaruh, berada di balik usaha kudeta sekelompok militer terhadap pemerintahannya.

Sebelumnya tuduhan itu dilontarkan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, sebelum Erdogan tiba di tanah airnya pada Sabtu dinihari.

Fethullah Gulen (78), saat ini tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat.


"Sekarang aku berbicara kepada mereka di Pennsylvania. Pengkhianatan Anda sudah cukup bagi bangsa ini. Jika Anda memiliki keberanian, kembali ke negara Anda. Anda tidak akan bisa mengubah negara ini menjadi kacau dari tempat Anda berada, " ujar Erdogan tak lama setelah mendarat di Bandara Ataturk Istanbul.

Gulen dikenal dengan ajaran Hizmet, yang berarti pelayanan terhadap manusia, yaitu ajaran Islam modern yang mengajarkan umat manusia mengutamakan perbuatan baik kepada sesama.

Pemerintah Turki menganggap ulama kharismatik itu memiliki pengaruh kuat di dalam negeri, termasuk di kalangan pejabat-pejabat penting sampai ke barisan militer. Organisasi Hizmet dinyatakan terlarang di Turki walaupun bentuk atau struktur organisasi ini tidak diketahui jelas.

Selain mengecam Gulen, dalam pertemuan dengan para wartawan dan pendukungnya itu Erdogan juga menegaskan bahwa usaha kudeta telah berhasil digagalkan dan pemerintah berhasil memegang kendali. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya