Berita

ilustrasi/net

Dunia

Taiwan Siaga Tinggi Jelang Hantaman Super Nepartak

KAMIS, 07 JULI 2016 | 13:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Taiwan sedang dalam situasi siaga tinggi menjelang kedatangan topan super Nepartak yang diprediksi akan menerjang negara itu pada malam ini atau besok, tepatnya Jumat pagi waktu setempat.

Dilaporkan bahwa topan itu terdeteksi bergerak dengan kecepatan hingga 280 kilometer per jam.  Ia mulai terbentuk pada hari Minggu lalu (3/7) di perairan Pasifik selatan dari Guam, dan terus bergerak ke arah barat laut.

Topan itu diprediksi akan sekuat topan super Soudelor yang menerjang Taiwan dan China pada Agutus tahun 2015 lalu. Kala itu jumlah korban tewas akibat badai mencapai 36 orang dan kerugian materi miliaran dolar AS di Taiwan dan China.


Jurubicara Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan ribuan tentara Taiwan telah dikerahkan ke seluruh Taiwan, sementara layanan darurat bersiaga penuh,

Jurubicara Central Emergency Operations Center, Li Wei-sen, mengatakan, pihaknya memprediksi banjir akan berpotensi meluas, khususnya di wilayah di Yilan dan Hualien yang diperkirakan menjadi sasaran pertama topan itu.

Topan Nepartak ini akan menjadi super topan terbesar yang dialami Taiwan dalam waktu enam tahun terakhir dan yang pertama untuk 2016.

Dampaknya pun langsung mengena pada harga komoditas pangan yang langsung melonjak di wilayah Taiwan.

Di media sosial, para pakar meteorologis dan pemburu badai telah ramai membicarakan kekaguman mereka atas bentuk dan ukuran super topan Nepartak.

Mereka menggambarkannya sebagai badai yang "hampir sempurna". [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya