Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Jakarta Diprediksi Kedatangan 1,7 Juta Orang Baru

KAMIS, 07 JULI 2016 | 09:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Arus balik mudik Lebaran yang diprediksi akan dimulai hari ini akan menimbulkan masalah baru bagi kota-kota besar, khususnya DKI Jakarta.

"Penyebabnya adalah arus urbanisasi secara besar-besaran yang tidak bisa dicegah memasuki kota Jakarta," kata analis Politik dan HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, kepada wartawan, Kamis (7/7).

Berdasar asumsi data Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,5 juta orang mudik menggunakan kendaraan umum baik darat, udara dan laut, dan yang menggunakan kendaraan roda dua adalah 5.6 juta orang. Kalau dirata-ratakan 10 persen dari para pemudik membawa saudara dan temannya ke Jakarta, maka diprediksi lebih kurang 1,7 juta orang masuk ke Jakarta secara ilegal atau diam-diam.


"Menurut kami walaupun akan dilakukan operasi yustisia atau kependudukan oleh Pemprov DKI Jakarta, belum tentu dapat mencegah mereka masuk ke Jakarta," katanya.

Ia juga mengatakan, dana desa yang dikucurkan sekitar Rp 1 miliar per desa oleh Presiden Jokowi belum dapat mencegah orang untuk dapat bertahan di desa, karena kota besar seperti Jakarta masih menjanjikan bagi masyarakat. Yang membuat kota besar menarik adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), rumah susun murah, fasilitas infrastruktur yang terus berkembang, seperti transportasi dan sarana umum lainnya. Sedangkan penyebaran dana desa bisa saja tidak tepat sasaran.

"Bukan tidak mungkin kaum urban tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendulang suara dalam Pilkada Jakarta tahun 2017 mendatang," jelasnya.

Dia tekankan bahwa perlu dicari jalan keluar dari arus urbanisasi ini. Pemerintah pusat harus memperhatikan agar kaum urban yang sebagian datang mencari pekerjaan dan fasilitas umum di Jakarta tidak menimbulkan masalah baru. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya