Berita

ilustrasi/net

Nusantara

IDUL FITRI 1437 H

Kemenhub: Arus Balik, Sebaiknya Perjalanan Sepeda Motor Di Malam Hari Dilarang

SELASA, 05 JULI 2016 | 19:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Guna menekan angka kecelakaan pada arus balik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan meminta kepolisian melarang perjalanan pemudik bersepeda motor pada malam hari.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto, setelah menghadiri rapat evaluasi arus mudik dan persiapan arus balik dengan Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di kantor Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (5/7).

"Alhamdulillah, evaluasi kecelakaan hingga hari ini angkanya menurun, yang agak tinggi adalah sepeda motor. Kalau sepeda motor banyak kecelakaan malam hari, ya dilarang saja, tidak boleh melakukan aktivitas perjalanan malam hari. Istirahat di rest area atau lainnya," kata Pudji.


Menurut Pudji, hal tersebut bisa dilakukan dengan diskresi kepolisian atau sesuai dengan situasi.

Berdasarkan data dari Korlantas Polri, sebanyak 53 persen kecelakaan pada arus mudik kali ini melibatkan sepeda motor.

Sejalan dengan Pudji, Kakorlantas Polri, juga menyarankan agar pemudik bersepeda motor melakukan perjalanan pada pagi dan siang hari saja.

"Paling tidak roda dua berangkatnya pagi, malam tidak usah," ucap Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Lebih lanjut, Pudji kembali mengingatkan para kepala terminal bus di daerah untuk terus menerus mengawasi dan mengecek kesehatan para supir bus, agar senantiasa dalam kondisi prima saat berkendara. Hal tersebut karena salah satu penyebab kecelakaan pada bus adalah kondisi supir yang sudah kelelahan dan mengantuk.

Terkait persiapan arus balik setelah Lebaran, Pudji mengatakan seluruh pihak terkait akan mengerahkan segala daya dan konsentrasi agar tidak terjadi kemacetan panjang di sejumlah daerah seperti yang terjadi pada arus mudik kemarin. Salah satunya pada jalur tol yang bertumpu pada pintu tol Cikarang Utama.

"Ini harus jadi konsentrasi. Tipsnya adalah lebih awal melakukan pengalihan arus apabila sudah mulai terjadi antrian panjang untuk masuk tol Cikarang Utama," ujar Pudji. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya