Berita

yusril ihza mahendra/net

Nusantara

Ahok: Godang Tua Pakai Yusril Kan? Gugat Saja

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 12:36 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dengan bakal calon gubernur, Yusril Ihza Mahendra, masuk babak baru.

Tapi kali ini diselimuti kasus Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Pemprov DKI melemparkan surat peringatan ke-3 atau SP3 ke swasta pengelola Bantargebang, PT Godang Tua Jaya (GTJ), yang dianggap wanprestasi. Dalam hal ini, Yusril menjadi pengacara dari perusahaan itu.


Membalas SP3 dari Ahok, PT GTJ berencana menggugat balik Pemprov DKI Jakarta lewat Pengadilan Tata Usaha Negara. Sementara, Ahok yang mengetahui kabar itu tidak mempersoalkannya.

"Godang Tua kami kasih SP3. Kalau mau gugat, ya gugat saja. Katanya pakai Yusril kan, pengacara hebat itu kan. Gugat saja," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).

Ahok memastikan gugatan itu tak akan mempengaruhi niat Pemprov DKI mengelola sendiri TPST Bantargebang. Apalagi, lahan yang ada di sana memang milik Pemprov DKI Jakarta. Ahok juga menuding GTJ melanggar perjanjian kerjasama lantaran tidak membangun teknologi pengolah sampah, incinerator.

Pemprov DKI melayangkan SP 3 setelah sebelumnya menyewa tim dari kantor auditor independen ternama yaitu Pricewaterhouse Coopers.

"(Swakelola) tetap jalan. Itu tanah kami, kok. Dari hasil audit, kerjasama seperti ini tidak lazim. Tanah kami, kami bayar Anda bertahun-tahun, Anda tidak bangun mesin (incinerator), dapat duit saja," ungkap Ahok.

Sebelumnya, Yusril menyatakan kliennya siap menggugat Pemprov DKI Jakarta.

"Saya belum terima SP3, tapi akan segera dipelajari dan siap lakukan gugatan," kata Yusril.

Gugatan itu akan ditujukan kepada Pemprov DKI Jakarta dengan alasan yang sama dipakai Pemprov, yaitu wanprestasi. Yusril mengaku sudah sejak lama menyiapkan gugatan tersebut.

"Cuma kan dulu Pemda DKI minta jangan dulu. Karena masih ada ruang negosiasi, makanya kami diam. Kalau sekarang keluar peringatan terakhir, ya lawan saja," ucap Yusril. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya