Berita

nasaruddin umar:net

Meraih Ketenangan Batin (30)

Latihan Ridha Menerima Kenyataan

SENIN, 20 JUNI 2016 | 09:18 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

RIDHA menerima doa yang terkabul adalah biasa. Akan tetapi Ridha menerima pe­nolakan doa itu luar biasa. Hakekat ridha ialah menerima apapun yang datang dari Allah Swt, baik yang menyenangkan maupun yang mengecewakan, termasuk ridha menerima den­gan baik musibah yang terjadi pada dirinya. Ridha ialah suatu maqam dimana seseorang berada di dalam keadaan batin sangat rela, tenang, dan plong tanpa beban. Ridha juga bisa berati mengangkat dan menghilangkan keben­cian pada qadha dan qadar. Memandang kepahitan hidup sebagai sesuatu yang manis. Orang yang su­dah sampai ke maqam ridha berarti sudah melewati sejumlah maqam menengah, termasuk tawakkal, yang mempercayakan segala urusan kepada Allah Swt. Mushibah dan kenikmatan tidak lagi dirasakan ada perbedaan tajam. Keduanya bersumber dari Allah Swt, dan segala sesuatu yang berasal dari Allah Swt pasti mengandung hikmah dan kebaikan. Itulah sebabnya ada ulama yang menempatkan ridha sebagai salahsatu maqam tertinggi.

Setiap orang perlu melatih diri untuk memper­manenkan sikap ridha di dalam dirinya. Orang yang sudah sampai di maqam ridha sudah mampu menghalau kebencian, nafsu, selera, dan hasrat lahiriah dan keinginan duniawi. Prasyarat untuk mencapai maqam ini ialah keyakinan yang kokoh. Seba keyakinan membuahkan ridha dan kera­guan membuahkan kebencian dan kemarahan. Kebencian dan kemarahan ini merupakan lawan dan atitesa dari ridha. Ada dua macam kebencian, yaitu kebencial dalam hati merupakan antitesa dari ridha. Kebencian lainnya yaitu kebencian dalam nafs yang merupakan antitesa dari hal al-ridha. Seperti kita ketahui ridha bisa menjadi maqm (bersifat permanen) dan bisa bersifat sementara (hal). Harapan kita ridha menjadi sikap permanen di dalam diri kita.

Suasana ridha memiliki keserupaan dengan mahabbah. Bahkan ada ulama tasawuf mengata­kan ketiga maqam ini sesungguhnya satu. Ridha mengimplementasikan juga pengenalan mendalam kepada Allah Swt. Bagaimana mungkin pengenalan puncak bisa terjadi tanpa pengetahuan ma'rifah. Bagaimana ma’rifah bisa dicapai tanpa ada rasa cinta yang amat mendalam kepada obyek yang dicintai, yaitu Allah swt.


Perilaku sehari-hari orang yang berada di maqam ridha tentu sangat menyenengkan semua pihak. Ia tidak pernah memiliki musuh walaupun belum tentu tanpa ada yang memusuhinya. Kehadirannya selalu dinantikan orang. Jika ia tidak ada maka terasa hambar pertemuan itu. Ia mammpu memberikan aliran energy positif kepada semua orang. Karena itu, kehadirannya di dalam suatu majlis selalu dinan­tikan banyak orang, karena orang seperti itu sudah amat sangat langka. Jika ada di antara kita menmui orang ini jangan sia-siakan untuk tidak mengambil ilmu dan berkah darinya karena orang itu memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan Tuhan dengan caranya sendiri atau memiliki kemampuan berkomunikasi dengan para auliya' termasuk Nabi Muhammad Saw bahkan dengan nabi-nabi lain sebelum Nabi Muhammad Saw.

Ridha adalah kepribadian langkah yang amat dibutuhkan negeri ini. Pekerja tanpa pamrih sudah sangat sulit ditemukan. Pada umumnya orang sudah bergerak di dalam dunia komersialnya masing-masing. Keluhuran seorang hamba yang masuk kaegori salikin sudah sangat sulit ditemukan. Orang ini selain mampu mengajarkan nilai-nilai keluhuran terlebih dahulu ia telah mengamalkan duluan. Orang semakin respek kepadanya karena keikhlasn yang selalu ditampilkan memukai perha­tian masyarakat. Semoa benih-benik ridha ini juga muncul di dalam diri kita meskipun itu hanya dalam bentul hal. Jika para warga bangsa menyadai arti ridha dan sekaligus mengamalkannya maka keasantunan dan ketertiban masyarakat akan lebih baik. Kita berharap agar bangsa ini semakin tumbuh sebuah generasi baru yang berakhlaqul karimah. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya