Berita

tito karnavian/net

Politik

TITO CALON KAPOLRI

Empat Tugas Penting Tito Karnavian

KAMIS, 16 JUNI 2016 | 09:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Labor Institute Indonesia menyambut baik pilihan Presiden Joko Widodo kepada Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Analis Politik & HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga menilai, Jokowi sangat cerdas memilih Tito, karena dia adalah polisi yang cerdas, profesional dan militan akan tugasnya sebagai bhayangkara negara.

Andy meyakini Tito dapat menempatkan sebagai polisi yang netral dan tegas yang tidak terkena campur tangan politik, walaupun mungkin saja PDI Perjuangan, partai Jokowi yang selama ini getol untuk mengusung Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dapat saja menghambat peluang Tito sebagai Kapolri.


"Untuk itu saya menghimbau agar seluruh fraksi di Komisi III DPR RI agar mengedepankan profesionalitas dan komitmen untuk memilih Kapolri yang benar-benar dapat memberikan perubahan besar di tubuh Polri, agar menjadi primadona bagi masyarakat," kata Andy kepada redaksi, Kamis (16/6).

Menurut dia, ada empat tugas penting yang harus dibereskan Tito, dia internal dan eksternal. Secara internal, Tito harus melakukan pembenahan dan rekonsolidasi dalam tubuh internal Polri dalam penegakkan UU 2/2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Praktek-praktek oknum polisi yang melakukan "kongkalikong" yang sudah bukan merupakan rahasia umum bagi masyarakat harus diberantas.

"Seperti razia illegal yang dilakukan oleh oknum, menerima upeti dalam proses tilang. Dan menghadirkan polisi di setiap kampung atau desa-desa di seluruh Indonesia yang sigap dan cepat dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat," ungkap Andy.

Polri ke depan juga harus mengelola secara profesional call centre 24 jam seperti 911 di Amerika Serikat dimana setiap saat ketika masyarakat memberikan pengaduan, secara cepat dan tanggap pihak kepolisian dapat menangani secara profesional.

"Dan sudah saatnya Tito dapat segera melakukan screening ketat bagi calon-calon pejabat Polri terutama yang akan duduk sebagai komando di seluruh Polda di Tanah Air," terangnya.

Sementara di eksternal, ada tiga tugas yang harus diselesaikan Tito. Pertama, usaha pemberantasan peredaran obat-obat terlarang dan narkotika (narkoba) yang untuk daerah-daerah tertentu masih perlu penanganan yang lebih serius. Pencegahan dengan tegas perlu dilakukan untuk memberantas para pengedar narkoba yang sudah mulai masuk ke sudut-sudut kampung dengan meningkatkan peran intelijen.

Kedua, Polri kedepan harus dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dengan cara melakukan pembersihan dari upaya-upaya kekerasan dan terorisme di masyarakat tanpa pandang bulu, dengan memperkuat peran kepolisian khusus anti teror (Densus 88 Polri), dengan catatan anggota Densus 88 tersebut perlu lebih dibekali dengan pengetahuan tentang norma Hak Azasi Manusia (HAM) dalam upaya pemberantassan terorisme.

Tugas keempat yang sangat penting bagi Tito adalah menyelesaikan kasus-kasus korupsi besar yang telah ditangani sebelumnya seperti kasus Pelindo II, Yayasan Pertamina, dan kasus-kasus kakap lainnya. Tegas Andy, Tito harus berani dan tegas untuk menyiapkan berkas tersebut agar lengkap dan dapat diajukan ke penuntut umum.

"Diharapkan, Polri di tangan Tito dapat lebih berperan dan memberikan rasa aman, tertib, nyaman dan adil di tengah-tengah masyarakat," tukasnya. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya