Berita

Nusantara

TNI Sita Puluhan Botol Minuman Keras Ilegal Di Perbatasan Merauke

SELASA, 14 JUNI 2016 | 12:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Satuan Tugas Pengaman Perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) yang baru melaksanakan tugas di wilayah Merauke Provinsi Papua menggantikan satgas pamtas sebelumnya, berhasil menyita minuman keras jenis Vodka sebanyak 29 botol ukuran 250 ml dan Sofie (minuman tradisional) sebanyak enam botol ukuran 600 ml.
 
Penyitaan terhadap minuman keras oleh tim dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 330/TD Kostrad ini merupakan salah satu kegiatan yang menjadi kewajiban dalam rangka menciptakan suasana lingkungan yang aman dan kondusif di sekitar wilayah perbatasan.
 
"Penyitaan minuman keras ilegal ini merupakan bukti nyata kehadiran kami di daerah penugasan dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban bersama," kata Lettu Inf Erica Fernando selaku Komandan Pos Simpang PNG yang menjadi tempat lokasi penyitaan minuman keras ilegal tersebut, seperti dalam rilis Penkostrad, Selasa (14/6).
 

 
Penyitaan minuman keras illegal ini terjadi di sektor Pos Simpang PNG yang mana anggota Satgas Pamtas RI-PNG melaksanakan sweeping rutin serta memeriksa setiap kendaraan yang melintas di jalan poros Merauke-Boven Digoel dan menemukan barang bukti tersebut atas nama Yohanis (25) warga wilayah Muting yang melintasi pos menggunakan kendaraan roda dua tanpa plat nomor kendaraan.

"Kegiatan sweeping seperti ini akan semakin gencar dilaksanakan dalam kaitannya menekan angka kriminalitas dan tercipta ketertiban di wilayah tanggung jawabnya," tukas Lettu Inf Erica. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya