Berita

Andi Akmal Pasluddin/net

Politik

Akmal Desak Pemerintah Naikkan Nilai Tukar Petani

SELASA, 14 JUNI 2016 | 08:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah didesak untuk menaikkan nilai tukar petani (NTP). Berdasar sumber data dari Badan Pusat Statistik, NTP pada Maret 2016 sebesar 101,32 atau turun 0,89 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,22 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,68 persen.

Pada Maret 2016 juga terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,95 persen disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok konsumsi rumah tangga yang juga mengakibatkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2016 sebesar 109,33 atau turun 0,33 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.


"Saya mengingatkan kepada Pemerintah, bahwa upah petani ini sebagai landasan untuk memperbaiki citra bangsa Indonesia pada tingkat kesejahteraan dan keamanan negara," kata Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, Selasa (14/6).

Bertepatan pada 13 Juni 1381, terjadi tragedi ketika para petani melakukan aksi anarkis memporak-porandakan gedung-gedung Inggris. Gedung dibakar, harta benda dijarah, bahkan para petinggi negara dipenggal. Kejadian itu disebabkan upah yang rendah. Upah rendah ini dianggap sebuah ketidakadilan yang berakibat pada kelaparan.

Bahkan kejadian yang sama pada tahun 1800an, zaman kekaisaran China juga terjadi kerusuhan yang besar hingga berakibat runtuhnya beberapa dinasti. Ketidakadilan yang berasal dari upah yang rendah menyelimuti kehidupan petani sehingga guncangan negara terjadi.

"Kami ingin petani negeri ini sejahtera, bukti yang dapat diukur adalah NTP yang baik. Karena petani sejahtera, maka negara memiliki tambahan imunitas terhadap masalah keamanan," ujar Akmal, anggota Fraksi PKS. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya