Berita

Politik

GP Ansor Dan GMKI Kecam Arogansi Aparat Di Manado

RABU, 08 JUNI 2016 | 16:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Arogansi aparat kepolisian kembali menjadi sorotan setelah melakukan aksi kekerasan terhadap elemen mahasiswa di Kota Manado, Sulawesi Utara. Adapun yang menjadi korban yakni kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Wakil Ketua Umum GP Ansor Benny Ramdhani mengatakan kekerasan yang menimpa Rusli Umar, Ketua PC GP Ansor Kota Manado berawal ketika ratusan kader GP Ansor melakukan penjagaan terhadap Masjid Nurul Fatah yang terancam akan dirusak dan digusur.

Namun, personil Polres Manado menyeret Rusli Umar untuk meninggalkan masjid secara paksa dan menggunakan kekerasan.


"Kita menjaga masjid tersebut karena Kementerian Agama sudah mengeluarkan ketentuan bahwa masjid tersebut harus ada gantinya meskipun di daerah lain. Lagipula belum ada keputusan dari pengadilan negeri Manado kalau mesjid harus digusur," tutur Benny saat konfrensi pers di kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (8/6).

Lebih lanjut Benny mengatakan, pihaknya masih menunggu pertanggungjawaban dari pihak Polres Manado atas peristiwa tersebut. Dirinya juga mempertanyakan kenapa aparat melakukan pembiaran terhadap perusakan tempat ibadah.

"Aparat melakukan pembiaran dan kekerasan. Saya khawatir aksi ini bisa terulang. Kami mengecam tindakan aparat kepolisian Manado," tegas Benny.

Di tempat yang sama Ketua GMKI Kota Manado, Ayub Manuel Pongrekun mengatakan penganiayaan yang menimpa tujuh orang kadernya oleh aparat Kepolisian Manado bermula ketika massa dari GMKI melakukan aksi damai terkait anggota DPRD Manado berinisial CL yang terbukti menggunakan narkoba dan sudah menjadi tersangka. Namun di lapangan, CL masih aktif menjadi anggota DPRD. CL sendiri merupakan kader Partai Demokrat.

Selanjutnya para pendemo dipersilakan masuk ke ruang paripurna DPRD Manado. Saat di dalam ruang paripurna kader GMKI dimintai surat pemberitahuan terkait aksi yang dilakukan. Karena tidak bisa menunjukkan, anggota polisi dari tim Paniki langsung melakukan kekerasan.

"Sebenernya kita sudah sampaikan surat pemberitahuan ke Polda Sulawesi Utara terkait aksi yang kita lakukan tapi ditolak," ujar Ayub.

Untuk itu, Ayub meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk mencopot Kapolres dan Kabag Operasi Polres Kota Manado dari jabatannya. "Korban kekerasan dalam peristiwa yang terjadi pada 2 Juni lalu itu mengalami luka yang cukup berat mulai dari patah tulang dan luka lebam," demikian Ayub. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya