Berita

Politik

Teguh Santosa: Posisi Yang Ditinggalkan Taufiq Kiemas Masih Kosong...

RABU, 08 JUNI 2016 | 12:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hari ini, tiga tahun lalu, Taufiq Kiemas meninggal dunia. Kepergiaan tokoh PDI Perjuangan itu untuk selamanya meninggalkan ruang kosong dalam landscape politik nasional.

Posisi Taufiq Kiemas sebagai politisi senior yang bisa merangkul semua pihak serta disegani dan dihormati baik kawan maupun lawan belum tergantikan.

Begitu penilaian wartawan senior Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi hari ini. Pernyataan Teguh disampaikan dalam rangka mengenang tiga tahun kepergian Taufiq Kiemas.


Teguh berharap dalam waktu dekat lahir politisi nasional selevel Taufiq Kiemas yang walau memiliki kesetiaan pada kepentingan partai politik, namun tetap menempatkan kepentingan nasional pada prioritas utama.

Taufiq Kiemas lahir di Jakarta pada 31 Desember 1942 dari pasangan Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ia menutup mata untuk selamanya di Singapura pada 8 Juni 2013. Saat menghembuskan nafas terakhir, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu adalah Ketua MPR RI. Taufiq Kiemas dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Makamnya berada di samping makam kedua orang tuanya.

"Almarhum Bang Taufiq dikenal sebagai politisi yang supel dan bisa berhubungan baik dengan siapapun. Dia tak sungkan melintasi demarkasi politik demi mencari jalan keluar terbaik untuk semua. Kemampuan komunikasi politiknya sering kali berhasil memecah kebuntuan pada saat-saat sulit," ujar Ketua bidang Hubungan Internasional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini.

"Tak berlebihan rasanya menilai Bang Taufiq bukan hanya tokoh sentral di PDIP, tetapi juga pemain kunci di panggung politik nasional," kata Teguh yang juga dosen FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta ini.

Teguh mengatakan dirinya bersyukur karena mengenal dan sempat terlibat dalam diskusi intens dengan Taufiq Kiemas. Sekitar tiga bulan sebelum Taufiq Kiemas meninggal dunia, Kantor Berita Politik RMOL yang dipimpin Teguh memberikan penghargaan Manusia Bintang kategori Lifetime Achievement untuk ayahanda Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani Kiemas itu.

Tokoh nasional lain yang mendapatkan anugerah Lifetime Achievement dari RMOL saat itu adalah Shinta Nuriya Wahid, istri dari almarhum Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Kedua tokoh hadir dan menerima langsung tropi Manusia Bintang dari Teguh Santosa.

Teguh yang kini tengah mengikuti konvensi calon gubernur DKI Jakarta di PDIP juga mengapresiasi inisiatif Taufiq Kiemas mempromosikan gagasan empat pilar yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Memang ada kontroversi terkait posisi Pancasila, karena dalam pidato tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara atau philosofische grondslag, bukan pilar. Tetapi kampanye MPR RI di masa Bang Taufiq itu membuat anak bangsa kembali tertarik membicarakan dan meneliti Pancasila dan yang terpenting mencoba membumikannya dalam tindakan ril," demikian Teguh. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya