Berita

Fadly Nurzal/net

Politik

Pemerintah RI Harus Sikapi Pelarangan Puasa Di Tiongkok

SELASA, 07 JUNI 2016 | 17:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Apa yang dilakukan oleh Otoritas Tiongkok di Xinjiang dengan melarang umat Islam di sana berpuasa serta memaksa restoran harus buka selama bulan Ramadhan adalah tindakan biadab yang tidak menghormati kebebasan beragama.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Anggota DPR RI, Fadly Nurzal, di Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut Fadly, kendati komunis, mestinya Pemerintah Tiongkok tidak membiarkan Otoritas Xinjiang memperlakukan umat Islam diperlakukan seperti itu. Apalagi konflik etnis Uighur sebagai pengikut utama agama Islam seringkali bentrok dengan pemerintah setempat karena diperlakukan tidak adil.


Fadly menjelaskan, sikap tidak manusiawi seperti itu semestinya sudah disikapi oleh Pemerintah RI sebagai wujud kepedulian terhadap tindakan pelanggaran HAM yang terjadi di sana, serta empati terhadap umat Islam di sana.

"Selain menganut politik bebas aktif, negeri ini mayoritas muslim yang sudah semestinya punya rasa kebersamaan di belahan dunia manapun," ujar dia.

Ditambahkan, kita harus menjaga kebebasan beragama umat apapun karena itu hak dasar mereka.

Dan Indonesia, lanjut Fadly, harus aktif, karena Indonesia adalah bangsa dengan jumlah umat Islam yang cukup besar. Pemerintah Tiongkok juga berkepentingan dengan Indonesia dimana investasi serta kerja sama yang sudah sekian lama.

"Intinya, bapak Presiden Joko Widodo harus tegas dan mengambil sikap soal kejadian di Tiongkok," tukas dia. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya