Berita

Politik

Insiden Di Singapura, Ahok Minta Relawan Patuhi Aturan

SENIN, 06 JUNI 2016 | 13:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Basuki Purnama alias Ahok mengimbau para relawannya agar tetap memperhatikan aturan dalam mendukung pencalonan dirinya lewat jalur independen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI itu menanggapi penolakan pihak Imigrasi Singapura terhadap kedatangan dua pendiri relawan "Teman Ahok", Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang.

"Kita memang harus hargai. Di Singapura kalau kita baca, orang Filipina juga dilarang berkegiatan waktu pilpres mereka. Di sana ada UU melarang orang asing membuat kegiatan berbau politik, penggalangan massa. Itu sudah disebarkan ke mana-mana," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (6/6).


Ahok mengaku langsung menghubungi Duta besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar, setelah mendengar kabar penahanan itu. Anil sendiri menanyakan kepada Ahok apakah tahu soal kegiatan yang dilakukan kedua relawannya itu.

"Singapura sudah tahu semua kegiatan ini. Mau kumpulin KTP, jual merchandise, mau kumpul-kumpul ada brosur pertama yang memang sudah diganti. Tapi bagi orang Singapura ganti enggak ganti ya kamu sudah niat nya itu, tetapi enggak boleh," terang Ahok dikutip dari RMOL Jakarta.

Oleh karenanya Ahok mengimbau kepada pendukungnya untuk tetap menaati aturan dimanapun berada.  

"Kita mengimbau orang yang mau dukung saya harus perhatikan aturan juga. Jangan terlalu semangat sampai aturan itu dilanggar. Jadi stres sendiri akhirnya kan, dipanggil begitu," ucap Ahok. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya