Berita

pssi/net

Olahraga

KLB PSSI Paling Lambat 3 Agustus

MINGGU, 05 JUNI 2016 | 12:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aspirasi mayoritas voters agar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) bakal terwujud.

Itu setelah hasil verifikasi faktual secara masal yang dilakukan oleh anggota Executive Committee (Exco) PSSI kepada para voters pada 3 Juli, berjalan mulus.

Dalam verifikasi yang dilakukan di Park Lane Hotel, Kuningan, Jakarta itu, hadir Tony Apriliani dan Husni Hasibuan dari pihak Exco PSSI. Sementara dari Kelompok 85 pengusung KLB PSSI, hadir 92 voters yang terdiri dari klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.


"PSSI sudah setuju adanya KLB untuk memilih pengurus baru," kata Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Gusti Randa dilansir dari JPNN, Minggu (5/6).

Pria yang oleh Kelompok 85 didapuk sebagai kuasa hukum itu mengatakan, dengan adanya persetujuan dari PSSI tersebut, KLB PSSI paling lambat bisa digelar pada 3 Agustus mendatang.

Dengan alasan, tuntutan KLB PSSI itu sudah mereka ajukan sejak 3 Mei lalu. Bila merujuk pada statuta PSSI, tuntutan KLB bisa digelar selambat-lambatnya tiga bulan dari tanggal pengajuan.

Namun, sebelum misi mereka tersebut bisa tereksekusi, Gusti Randa menyebutkan akan lebih dahulu berkonsultasi dengan FIFA dan AFC

Mulai pekan depan kami akan mengirimkan wakil untuk berkomunikasi langsung dengan FIFA dan AFC," ujar dia.

Gusti menambahkan, FIFA sudah memberikan sinyal menerbitkan izin menggelar KLB PSSI itu pada 6-13 Juni nanti. Nah, saat menunggu izin dari FIFA tersebut, Kelompok 85 akan terus bekerja keras untuk mempersiapkan sejumlah perangkat yang dibutuhkan dalam KLB PSSI nanti.

Pria yang juga salah satu fungsionaris Partai Haruna itu menjelaskan, sejumlah perangkat itu adalah Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

"Komite itu harus independen dari kami. Dan, tidak ada intervensi dari pengurus lama hasil Kongres di Surabaya pada 2015 lalu. Kai tidak mau menggunakan produk lama," tukasnya. [rus]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya