Berita

harry azhar azis/net

Politik

Kepala BPK Klarifikasi Kunker Fiktif Anggota DPR

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 12:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis membantah adanya kunjungan kerja (kunker) fiktif anggota DPR.

Menurutnya, sejauh ini terkait kunker anggota dewan sebatas permasalahan administratif saja.

"Tahun ini ada masalah yang muncul, soal kunker, itu masih dalam proses pemeriksaan yang belum seharusnya diketahui media. Masalahnya hanya administrasi saja. Tidak ada kunjungan kerja fiktif," kata Harry dalam rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (2/6).


Harry menjelaskan, DPR dalam lima tahun terakhir selalu mendapat opini laporan keuangan dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Hal tersebut berdasarkan analisis terhadap keuangan dan laporan pertanggungjawaban terhadap seluruh program yang dilakukan oleh anggota dewan.

"Kami menyatakan selama lima tahun terakhir, DPR memperoleh opini terbaik, WTP," ungkap Harry yang mendapatkan tepuk tangan meriah dari para anggota DPR.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR Yandri Susanto meminta Ketua BPK Harry Azhar Azis untuk menjelaskan terkait isu kunker fiktif anggota dewan.

"Soal isu tentang kunker fiktif. Saya kira nanti ketua BPK bisa menyampaikan duduk perkaranya. Sehingga publik bisa mengetahui itu. Sehingga anggota DPR yang tertuduh 1 miliar itu bisa clear," kata sekretaris fraksi PAN ini dalam interupsinya sebelum Harry menyampaikan pandangan.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya