Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR: Zaman Sudah Berbeda, Jangan Terlalu Reaktif Tanggapi Simbol "Palu Arit"

SABTU, 14 MEI 2016 | 10:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Safari Kebangsaan Sabang-Merauke Merajut Kebhinnekaan tahap pertama resmi berakhir di Malang, Jawa Timur, Jumat kemarin (13/5).

Di Malang, Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan bersama rombongan menjalani beberapa rangkaian kegiatan dialog pilar kebangsaan di Pondok Pesantren Bahrul  Maghfiroh yang dihadiri Bupati Malang Rendra Krisna, petik buah apel bersama masyarakat di Bumi Aji Kota Batu, dan pengajian sekaligus santunan anak yatim bersama masyarakat pesanggerahan Kota Batu.

Sehari sebelum di Malang, rombongan Zulkifli melakukan berbagai kegiatan di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur. Di Surabaya Zulkifli dan rombongan memilki berbagai agenda antara lain dioalog kebangsaan bersama Walikota Surabaya Tri  Rismaharini, Rektor dan mahasiswa Unair di Kampus C Unair, dilanjutkan dengan dialog kebangsaan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo yang mana dihadiri Bupati Sidoarjo SaifuIlah-Wakil Bupati Sidoarjo Hadi Sutjipto, dan dilanjutkan zairah ke makam Sunan Ampel.


Di banyak tempat itu, Zulkifli mengingatkan agar semua pihak tidak perlu reaktif menanggapi maraknya simbol-simbol partai terlarang akhir-akhir ini, yaitu fenomena "palu arit".

"Serahkan pada aparat keamanan kalau ada gerakan atau doktrin yang dilarang, aparat keamanan bisa menindak itu. Namun jangan reaktif dan berlebihan karena zamannya sudah berbeda," sebutnya.

Zulkifli juga mengingatkan perlu membangun kembali identitas ke Indonesiaan. Secara masif perlu dibangunan karakter cinta tanah air melalui pancasila.

"Dan ini perlu dilakukan secara masif namun bukan hanya oleh MPR, tetapi juga pemerintah pusat dan kabupaten," katanya dengan penuh harap.

Lebih jauh Zulkifli mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat menghadapi musuh yang nyata yaitu kemiskinanan, kesenjangan antara kaya dan miskin, narkoba yang merjalela, miras sampai kedesa- desa dan kejahatan seksual.

"Inilah musuh nyata bangsa Indonesia saat ini. Kita harus menghadapi bersama-sama musuh bangsa ini," tukas dia.

Rombongan DPP PAN yang menyertai Zulkifli Hasan antara lain Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Waketum Asman Abnur, Totok Daryanto, Anggota DPR RI  Riski Sadig, Kuswiyanto, Sungkono para pengurus DPP PAN Azis Subekti, Wasekjen Soni Sumarsono dan Ketua DPW  PAN Jawa Timur Masfuk.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya