Berita

Popong Otje Djundjunan/net

Anggota DPR Tertua Bicara Masa Depan Perpustakaan Indonesia

JUMAT, 13 MEI 2016 | 08:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPR/MPR Popong Otje Djundjunan alias Ceu Popong menjadi pembicara pada acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat tema "Masa Depan Perpustakaan Khusus di Indonesia Studi Kasus Perpustakan Wakil Rakyat", di Gedung Perpusataan MPR, Jakarta, Kamis (12/5).

Acara itu juga menghadirkan pembicara lain, seperti Blasius Sudarsono dari LIPI, Sri Sularsih dari Perpustakaan Nasional, Hendro Wicaksono dari SLIMs, Wahyu Kumoro dari Forum Perpustakaan Khusus, serta Adwiyani dari Klub Perpustakaan Khusus.

Perpustakaan Wakil Rakyat ada di tingkat nasional dengan kehadiran perpustakaan MPR, DPR dan DPD dan ditingkat lokal pada setiap DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Perpustakaan Wakil Rakyat tergolong Perpustakaan Khusus, yang menyanyikan informasi tentang kinerja wakil rakyat dan menyediakan layanan pustaka untuk mendukung kualitas kinerja para wakil rakyat.


Blasius Sudarsono dari LIPI, menegaskan bahwa Perpustakaan Wakil Rakyat adalah perpustakaan yang memiliki tugas dan fungsi melayani kebutuhan para wakil rakyat dalam bidang informasi. "Karenanya Perpustakaan Wakil Rakyat yang ada pada saat ini diharapkan mampi menjadi acuan bagi para wakil rakyatnya ketika menyusun regulasi," jelas pakar Perpustakaan ini.

Sayangnya saat ini pada tingkat DPRD Provinsi hanya ada 13 Perpustakaan DPRD dari keseluruhan 34 DPRD Provinsi. Sedangkan DPRD Kabupatrn/Kota hanya ada dalam bilangan jari, yaitu lima perpustakaan DPRD II dari keseluruhan 518 kabupaten/kota.

Terkait dengan itu, Ceu Popong yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi X DPR menegaskan pentingnya keberadaan perpustakaan.

"Saya setuju-setuju saja membangun Perpustakaan Wakil Rakyat, asalkan beberapa kondisi penting sudah berada di rel yang seharusnya," jelas politisi Golkanya penuh harap.

Ceu Popong, anggota DPR tertua ini (77 tahun), dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa kondisi minat baca masyarakat Indonesia yang berada pada urutan 60 dari 61 negara yang diteliti. Pengertian masyarakat dengan sendirinya meliputi generasi muda dan anggota DPR.

​Hal ini terjadi karena kemauan politik dari Pemerintah yang sangat minim. Ini tecermin dalam APBN dan APBD. Ceu Popong pun mengaku tidak terkejut. Pasalnya, setiap melakukan kunjungan ke daerah dia mendapati perpustakaan sekolah yang kondisinya menyedihkan, baik dari tempat yang jelek - kadang mepet dekat toilet - dan berpenerangan remang-remang, sehingga nyaris tak ada siswa yang membaca di sana. Pengunjung minim juga dijumpai pada perpustakaan umum milik Pemda.

Ceu Popong mengajak semua pihak agar menyadari dan tidak menutup-nutupi fakta mengenaskan tersebut. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena 'roh" yang keliru alias sistem pendidikan yang salah.

"Anak PAUD, usia 3-5 tahun dipaksa calistung (baca, tulis, hitung). Akibatnya mereka kemudian takut melihat dan membaca buku karena waktu kecil dikondisikan tak enak," demikian ungkap Ceu Popong gemas.

Tambah dia, kalau kondisi pendidikan ini tidak dibenahi, mau buka perpustakaan apa pun, termasuk perpustakaan MPR, DPR, DPD, pasti pengunjungnya bisa dihitung jari seperti yang terjadi saat ini. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya