Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Mbak Rachma Ajak Anak Bangsa Angkat Bicara Terhadap Rezim Korup

SABTU, 07 MEI 2016 | 22:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional yang juga purti Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menyatakan sudah 1,5 tahun rezim korup pembohong berkuasa. Masa kampanye berjanji akan memberantas korupsi, ternyata korupsi kelas teri yang ditangani, sementara korupsi kelas paus dibiarkan.

Menurut Mbak Rachma, saapaan akrab Rachmawati, revisi UU KPK dan RUU Tax Amnesty adalah akal-akalan agar pemberantasan korupsi mandul.

"Ini hanya akal-akalan, diberi penawar supaya mega korupsi BLBI raib," kata pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno (UBK) ini, Sabtu (7/5).


Dan RUU Tax Amnesty supaya koruptor obligor hitam yang tadinya merupakan pelanggaran hukum, malah mendapatkan payung hukum.

"Jadi rezim penguasa mencari kekuasaan hanya untuk menghilangkan jejak kejahatan yang dilakukannya, dengan menghalalkan segala cara. Tidak salah mendapat sebutan state crime atau republik garong kataa Buya Syafii," sebut Mbak Rachma.

Dia menjelaskan, makin nyata penguasa saat ini dengan kebohongan-kebohongannya, seperti kebohongan Trisakti yang dijadikan hanya sebatas jualan pencitraan. Termasuk membela rakyat Palestina tapi ternyata main belakang dengan Israel.

Tambah Mbak Rachma, cepat atau lambat, apalagi dengan hutang sudah Rp 4000 triliun lebih, kriminalitas, dekadensi moral pemerkosaan, narkoba, korupsi, akan merajalela. Jurang yang kaya dan miskin juga akan makin besar, dan termasuk pengangguran akan semakin marak. Lalu, lanjut dia, kalau sudah seperti ini, apalagi yang mau dipertahankan? Negara akan bangkrut.

"Ayo angkat bicara, negara ini adalah hak rakyat pemilik atas bumi tanah airnya, bukan milik penguasa dengan para cukong kapitalis. Apa kata Bung Karno 'cacing saja akan melawan apabila diinjak, bagaimana pula dengan manusia'. Di atas bangsa ini sudah terjadi exploitation de l'homme par l'homme atau penghisapan dan penindasan manusia atas manusia," demikian Mbak Rachma. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya