Berita

zainal bintang/net

Politik

MUNASLUB GOLKAR

Soal Politik Uang, Pemilik Suara Juga Harus Ditegur Keras

SABTU, 07 MEI 2016 | 19:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Maraknya isu politik uang jelang Musyawarah Nasioanl Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 menyebabkan heboh dalam tubuh partai berlambang beringin itu tak terhindarkan.

Ada hal yang menarik untuk dicermati, karena yang menjadi sasaran pergunjingan sebagai pelaku poltik uang adalah para Calon Ketua Umum (Caketum). Padahal, para pemilik suara di tingkat Golkar Propinsi dan Kabupaten/Kota tidak pernah dipersoalkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Zainal Bintang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/5).


Menurut Zainal, pimpinan Golkar di propinsi dan kabupaten/kota perlu juga diberi teguran keras. Merekalah penerima poltik uang itu, karena mereka pemilik suara. Tapi, pemilik suara itu tidak diberi peringatan keras agar tidak memperdagangkan hak suara yang dimilikinya.  

"Saya heran jika yang dikejar-kejar hanya para Caketum. Mereka dimintai komitmen kesadaran untuk tidak menggelontorkan politik uang untuk memperoleh suara. Tapi, pemilik suara tidak diberi peringatan keras agar tidak memperdagangkan hak suara yang dimilikinya," tegas dia.

Jelas Bintang, politik uang akan terjadi jika ada kesepakatan antara si pemberi dan si penerima. Praktek jual-beli suara sudah berlangsung dari Munas ke Munas Partai Golkar sejak reformasi.

Sementara itu, lanjut dia, sebagaimana diketahui Partai Golkar telah tersandera gonjang ganjing hampir satu tahun setengah lamanya, akibat adanya dua kepengurusan sejak akhir 2014.

Ada DPP Golkar hasil Munas Bali pimpinan ARB (Aburizal Bakrie) dan DPP Golkar hasil Munas Ancol ketuanya AL (Agung Laksono). Kedua kubu sepakat berdamai dan perhelatan Munaslub akan digelar di Bali pada 15-17 Mei 2016 dengan kepastian akan dihadiri presiden Jokowi. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya