Berita

Kiai Diharapkan Berperan Aktif Dukung Program Pemerintah

SABTU, 07 MEI 2016 | 19:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para kiai dan masyayikh diharapkan berperan aktif dalam mendukung program pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah. Termasuk turut serta mendorong kebijakan pembangunan desa agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa.

"Program pembangunan nasional tak hanya bergantung kepada pemerintah sebagai pelaksana mandat rakyat, tetapi juga diperlukan peran masyayikh sebagai panutan umat dalam mensukseskan program pemerintah," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar saat berpidato di hadapan para kiai, dalam acara Musbaqoh Qubro, di Gedung JHK, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/5).

Marwan mengatakan, peran kiai dan masyayikh sebagai panutan masyarakat di sekitarnya, sangat efektif untuk mendukung program pemerintah. Termasuk program pembangunan desa dengan menggunakan dana desa yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.


"Kiai memiliki peran nyata dalam membantu program pembangunan desa. Dengan memberikan landasan keagamaan bahwa pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa adalah suatu ibadah jika niatnya untuk kebaikan dunia dan akhirat," ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh itu, Marwan menjelaskan terkait dana desa yang mengalami kenaikan setiap tahun. "Tahun lalu, pemerintah menganggarkan sebesar Rp 20,8 triliun, dan tahun ini alhamdulillah mengalami kenaikan menjadi Rp 47 triliun," terangnya.

Selain itu, Marwan juga meminta agar para kiai terus bedakwah tentang Islam yang lebih mengedepankan toleransi. Pasalnya, begitu banyak ajaran-ajaran Islam tidak jelas yang mulai masuk ke desa-desa.

"Ini adalah tantangan kita bersama, menjadi tugas utama para kiai dan masyayikh bagaimana ajaran-ajaran sesat tidak mudah masuk ke desa-desa di Indonesia," tukas menteri asal PKB ini dalam rilisnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya