Berita

Pola Penanganan Kejahatan Seksual Harus Serius

RABU, 04 MEI 2016 | 14:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebagai organisasi federasi terbesar dan tertua di Indonesia, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sangat peduli terhadap perlindungan hak wanita dan perlindungan anak.

"Kami juga sangat peduli dan prihatin tentang kejahatan seksual yang diterjadi belakangan ini terutama terhadap anak," kata Ketua Umum Kowani, Dr. Giwo Rubianto saat mengisi seminar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama, di Hotel Allium, Tangerang, Banten, Rabu (4/5).

Di hadapan 100 peserta seminar, Giwo Rubianto menjelaskan kekerasan seksual telah menjadi masalah serius, maka intervensinya juga harus serius.


"Jangan sampai, masalahnya serius, namun pola penanganannya biasa-biasa saja," ungkap dia.

Bentuk keseriusan tersebut dalam bentuk memaksimalkan pembangunan sistem perlindungan anak dari kejahatan seksual. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah seperti melalui UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Giwo Rubianto, pemerintah harus mensosialisasi UU ini kepada masyarakat agar mereka lebih tahu, mengerti, dan memahaminya, sehingga disamping pemerintah, masyarakat dapat berperan melalui; membangun kesepahaman bersama bahwa kejahatan seksual apapun bentuknya harus dicegah; membangun mekanisme pencegahan berbasis masyarakat; mengintegrasikan materi kampanye pencegahan kejahatan seksual dalam berbagai forum; forum warga, forum arisan, forum bakti sosial, forum majelis taklim, khutbah jumah, pengajian rutin, serta kegiatan masyarakat lainnya.

Terakhir, membangun kesepahaman dan kesiapsiagaan pentingnya mendeteksi secara dini aktifitas para pelaku kejahatan seksual di lingkungan terdekat.

"Hal ini bukan merupakan tugas negara saja tetapi merupakan tugas bersama, dimana kontribusi sekecil apapun pasti akan membawa manfaat," tukas Giwo Rubianto. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya