Berita

ahok/net

Nusantara

Ahok: Saya Pelihara Ikan Tapi Belum Beranak

MINGGU, 01 MEI 2016 | 12:53 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menerima petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Utara untuk melakukan pendataan Sensus Ekonomi di kediaman pribadinya, Perumahan Pantai Mutiara Blok J No. 39, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (1/5). Pendataan Sensus Ekonomi serentak dilakukan secara nasional termasuk di Jakarta sepanjang Mei 2016.

Belasan petugas sensus yang berompi hitam dan oranye mendatangi rumah Ahok sejak pukul 9 pagi. Ahok yang mengenakan kemeja panjang menyabut hangat para petugas tersebut.

Dua petugas mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ahok. Salah satunya Petugas Pencacah Lapangan dari Badan Pusat Statistik Jakarta Utara, Triana Sipayung. Dia mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ahok. Sementara petugas lainnya bertugas mencatat. Pertanyaan pertama, Ahok ditanyai berapa jumlah penghuni yang tinggal di rumahnya.


"Saya tinggal bersama istri, anak (tiga orang), pembantu, supir, pengawal, dan ibu saya setiap bulan datang ke sini," jawab Ahok.

Kemudian Ahok juga ditanyakan apakah dia berperan sebagai kepala rumah tangga atau tidak. Dengan singkat Ahok menjawab, "ya." Tak sampai di situ, petugas menanyakan soal usaha yang sedang dijalani oleh Ahok. Namun, Ahok menjawab dia sedang tidak menjalani usaha apapun dengan nada santai dan sumringah.

"Saya tidak ada usaha. Itu resiko pejabat. Saya pelihara ikan, tapi belum beranak," kata Ahok seraya tertawa kepada petugas dan awak media yang hadir saat itu.

Setelah selesai petugas melontarkan pertanyaan, kediaman Ahok ditempeli stiker sebagai penanda bahwa rumah tersebut telah disensus ekonominya. Dalam stiker tertulis nomor BS (Blok Sensus) 134 B dengan nomor bangunan fisik 1 dan nomor bangunan sensus 1. "Artinya rumah Pak Ahok jadi yang pertama di Jakarta," kata Triana.

Seusai mensensus, Triana mengatakan kedatangannya hari ini dilakukan untuk menampung data kegiatan ekonomi tiap kepala keluarga. Hasilnya akan diolah oleh BPS Pusat. Menurut Triana, dengan adanya sensus, BPS akan melihat berapa banyak usaha yang ada di Indonesia.

"Kami juga akan melihat bidang apa saja yang dominan, bahkan hingga usaha kecil dan mikro," kata dia.

Hari ini adalah hari pertama Sensus Ekonomi di Jakarta. Rumah Ahok yang berlokasi di Pantai Mutiara Blok J Nomor 39  Jakarta Utara menjadi yang pertama. Sensus Ekonomi merupakan pendataan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi ekonomi warga DKI Jakarta. Pendataan akan meliputi berbagai badan usaha yang ada di Jakarta.

Dalam pendataan, Sensus Ekonomi melibatkan petugas sensus dari BPS. Mereka akan mengumpulkan data baik badan usaha maupun usaha perseorangan. Sistem pengambilan data dilakukan secara door to door.

Selain itu, petugas juga akan mendatangi lokasi usaha permanen, lokasi tidak permanen seperti PKL, usaha keliling, dan usaha rumah tangga yang di dalamnya ada usaha online. Sensus ini merupakan program sepuluh tahunan yang terakhir kali dilakukan pada 2006. [rus]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya