Berita

teguh santosa/net

Jadi Jawaban Atas Persoalan Jakarta, Tak Heran Bila Elektabilitas Teguh Santosa Terus Menanjak

MINGGU, 24 APRIL 2016 | 01:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bakal calon gubernur DKI Jakarta Teguh Santosa merupakan salah satu calon alternatif ideal untuk Jakarta. Tidak heran bila nama Teguh Santosa terus berkibar dengan angka elektabilitas yang kian menanjak.

"Teguh Santosa merupakan sosok muda, nasionalis, progressif, dan mewakili kelas menangah terdidik. Sosok Teguh juga sangat tepat untuk memimpin Jakarta yang plural ini," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institut, Dahroni Agung Prasetyo, saat berbincang dengan redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 24/4).

Agung kembali mengingatkan bahwa Jakarta merupakan barometer Indonesia dan sudah barang tentu dinamika politik di Jakarta sedikit banyak mempengaruhi dinamika politik nasional. Suhu politik yang tidak kondusif di Jakarta dikhawatirkan bisa merembet ke daerah-daerah lain.


Karenanya, Agung mengingatkan elit politik untuk tak sekadar memikirkan kepentingan politik sesaat.

"Persoalan paling mendasar adalah menyelamatkan gagasan kebangsaan dan keindonesian kita. Ini benar-benar harus kita perhatikan di tengah dinamika politik yang mengarah ke titik ekstrem di Jakarta," ujar Agung.

Bagi Agung, Teguh adalah jawaban atas persoalan Jakarta tersebut. Teguh bisa menjadi jembatan dan penengah di antara dua bandul di Jakarta

Berdasarkan survei Kelompok Diskusi dan Kajian Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang digelar pada 18 sampai 21 April, popularitas Teguh mencapai 12,9 persen. Ini terbilang sangat bagus karena sosilisasi baru dilakukan tiga pekan lalu.

Sementara itu, tingkat penerimaan publik terhadap Teguh juga cukup signifikan yakni 47,1 persen. Sementara tingkat keterpilihannya baru 1,3 persen, setara dengan elektabilitas Jenderal (purn.) Moeldoko dan Ahmad Dhani.

Elektabilitas tertinggi masih dimiliki incumbent Basuki Tjahaja Purnama (45,5 persen), diikuti Yusril Ihza Mahendra (9,5 persen) dan Adhyaksa Dault (4,3 persen).

"Mencermati hasil survei ini saya kira Teguh bisa memberi kejutan-kejutan baru. Tapi semua tergantung skenario kampanye yang dipilihnya," kata polster KedaiKOPI, Hendri Satrio, Jumat lalu (22/4). [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya