Berita

rachmawati/net

Rachmawati: Jakarta Ibarat Rumah Yang Memanjakan Para Cukong

SELASA, 19 APRIL 2016 | 08:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, Jakarta, ibarat sebuah ruangan dalam rumah besar, dan di saat yang sama ada hujan angin.

Ironisnya, ketika hujan turun itu, yang dipersilakan masuk ke Jakarta dan bahkan diperlakukan sebagai raja dalam ruang tersebut adalah para cukong besar yang sudah kenyang makan dan diyakini membawa uang. Sementara orang-orang miskin yang bisa makan seadanya, hanya dipersilakan tinggal di emperan, dan disuruh cari makan sendiri.

Demikian ilustrasi yang disampaikan politikus senior Rachmawati Soekarnoputri. Ilustrasi ini disampaikan Rachmawati untuk menggambarkan cara berpikir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.


"Ahok memperlakukan si kaya dan si miskin kota,karena dari kebijakan pemkot jelas-jelas condong ke cukong-cukong berduit," kata Rachmawati dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/4).

Rachmawati pun menegaskan bahwa reklamasi Jakarta tidak bisa disamakan atau dibandingkan dengan kondisi negara lain. Sebab selain beda kultur, alam dan beda sistemnyya, Indonesia juga adalah negara yang berkepribadian menganut keadilan sosial. Sedang negara luar mempunya sistem seperti welfare state.

"Jadi tidak cocok dan keblinger jika Indonesia dipaksa nyontek negara orang lain karena beda kultur!" demikian Rachma. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya