Berita

Politik

MUNASLUB GOLKAR

Sumbangan Munaslub Upaya Menghapus Politik Transaksional

SENIN, 18 APRIL 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wacana Partai Golkar membentuk komite etik dan sumbangan dana dari calon ketua umum (Caketum) untuk keperluan Munaslub Golkar 2016 relatif baru bagi parpol di Indonesia.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai sukses tidaknya upaya panitia Munaslub untuk meminimalisir politik transaksional kini tengah diuji.

"Munas atau apapun namanya itu umumnya biang kerok korupsi. Dana munas itu tidak sedikit, ada akomodasi yang harus dibiayai untuk membawa peserta, dan di situ ada kekuatan modal," kata Pangi, Senin (18/4).


Dia mengapresiasi upaya Golkar untuk mengumpulkan sejumah dana dari Caketum dan pembentukan komite etik untuk pembiayaan Munaslub dan kampanye kandidat. Hal itu dinilainya bisa memutuskan mata rantai ketergantungan Golkar terhadap politik transaksional.

"Kalau dahulu kita melihat bagaimana Aburizal Bakrie berjuang menjadi ketua umum, karena ya dana yang dikeluarkan memang tidak main-main. Kemudian kita lihat Akbar Tanjung yang meskipun sudah memiliki dukungan DPD I dan II, akhirnya kalah menjadi ketum," ujar dosen UIN Jakarta ini.

Pangi menambahkan, pengaruh modal di Golkar selama ini cukup besar. Pragmatisme politik transaksional menjadi biang kerok rusaknya Golkar. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya