. Orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo ikut bangga dengan prestasi bocah cilik asal Indonesia, Musa yang mengharumkan nama bangsa di level internasional.
Musa adalah penghafal Alquran (hafizh). Dia berhasil meraih peringkat tiga kompetisi hafalan Al-Quran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Mesir beberapa waktu lalu.
Musa anak dari pasangan La Ode Abu Hanafi dan Yulianti. Musa lahir di Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka pada tahun 2008.
"Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanifa, hafidz 7 tahun pada Musabaqah Hifzil Quran di Mesir -Jkw" ciut Kepala negara di akun Twitter @jokowi, Minggu (17/4).
Seperti diberitakan, Musa berangkat ke Mesir pada 9 April lalu untuk mengikuti MHQ Internasional. Keberangkatan Musa karena ditunjuk oleh Kementerian Agama yang mendapatkan undangan dari Kementerian Wakaf Mesir.
Ada tiga cabang lomba pada MQH Internasional di Mesir, yaitu: cabang hafalan 30 juz dewasa beserta tafsir, cabang hafalan 15 juz dewasa beserta tafsir, dan cabang hafalan 30 juz untuk anak-anak. Total peserta dari semua cabang berjumlah 80 orang 60 negara seperti Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia. Musa mengikuti cabang lomba ketiga.
Musa merupakan satu-satunya utusan Indonesia yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut. Hafidz Indonesia itu merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena lainnya berusia di atas sepuluh tahun.
Proses lomba terbagi dalam dua tahap. Peserta yang lolos tahap pertama akan masuk pada tahap kedua. Musa menjadi salah satu dari enam peserta lainnya yang mengikuti tes tahap kedua. Peserta lainnya ada yang berasal dari Meuretania, Mesir, dan negara Muslim lainnya. Dan Musa satu-satunya peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa salah, lupa, dan tanpa di bel tanda teguran. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 91,17 poin dari 100 nilai sempurna.
[rus]