Berita

Dengan Kerendahan Hati, Mari Kembali Ke UUD 1945 Yang Asli

MINGGU, 17 APRIL 2016 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah didesak untuk kembali menghadap ke kiblat bangsa, yaitu UUD 1945 yang asli. Sebab UUD 1945 yang saat ini sudah diamandemen kelewat kebablasan. Sehingga menimbulkan kekacauan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Desakan tersebut diwujudkan dalam pernyataan sikap oleh sejumlah elemen organisasi kemasyarakatan, diantaranya Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bekasi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Kosgoro Kota Bekasi, Gerakan Pemuda Anshor, Perhimpunan Wanita Nasional (Perwanas) Kota Bekasi, Mahasiswa Lumbung Informasi Rakyat (MAHALI) Kota Bekasi, Ukhuwah Sufi Muda Kota Bekasi, Indonesia Fight Coruption, Forum Pemuda Perumahan Kota Bekasi dan Forum Komunikasi Warga Perumahan Kota Bekasi.

Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, King Vidor, mengatakan, Indonesia wajib kembali ke UUD 1945 murni, sebab UUD 1945 yang saat ini sudah diandemen kelewat kebablasan sehingga menimbulkan kekacauan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Contohnya dalam sistem politik, amandemen terhadap konstitusi menimbulkan demokrasi sontoloyo. Muncul para politisi busuk yang korup serta raja-raja kecil di tingkat daerah. Inilah demokrasi yang sontoloyo," kata King Vidor dalam keterangannya, Minggu (16/4).

Jika kondisi yang demikian didiamkan, sambung King Vidor, maka lambat laun Indonesia bisa bubar. "Negara ini bisa bubar. Dari negara kesatuan bisa-bisa jadi negera serikat. Toh kamarnya sudah disiapkan dengan adanya DPD RI yang mirip-mirip dengan senator dalam negara serikat," kata dia.

Bahkan bisa jadi, negara Indonesia bisa terpecah-pecah. "Karena itu dengan segenap kerendahan hati kami minta pemerintah Indonesia kembali ke UUD 1945 murni," tandasnya.

Ketua Perwanas Kota Bekasi, Nyimas Sakuntala Dewi mengatakan, UUD 1945, Pancasila dan NKRI meruapakan harga mati dan Perwanas siap mempertahankan UUD 1945 yang asli, Pancasila dan NKRI.
"Siapapun yang mengotak-otik kami akan lawan dan kami siap mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI," tegasnya.

Sementara Ketua GMNI Bekasi, Halason juga sepakat agar negara ini kembali ke UUD 1945 asli.
Sementara itu Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Bekasi, Kusnadi mengatakan, negara wajib kembali ke UUD 1945 sebagai sebuah landasan bernegara sebab UUD 1945 merupakan landasan negara yang fundamental. "UUD 1945 merupakan landasan negara yang fundamental dan kita semua harus kembali ke UUD 1945 asli," kata dia.

Selain pernyataan sikap bebeberapa elemen kritis, digelar pula dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi dengan tema Nasionalisme Menentang Tatanan Dunia Baru Versi Konspirasi Global, Sabtu (16/4). Hadir sebagai pembicara almunus GMNI, Dhea Prakasa Yudha, aktivis NU, Amsar A. Dulmanan dengan dipandu moderator, alumnus GMNI, Kristanto Wisnu Broto.

Sebagai pembicara Dhea Prakasa Yudha menjabarkan proses perjalanan republik dari era nusantara (kerjaaan), kemerdekaan hingga hari ini. Misalnya, ia menyinggung soal Pancasila yang menurutnya, digali oleh Bung Karno dari bumi nusantara. "Jadi Pancasila sudah ada sejak dulu di bumi nusantara dan itu adalah jati diri bangsa kita," kata dia. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya