Berita

jusuf kalla/net

Seharusnya JK Malu Dan Langsung Mundur

RABU, 13 APRIL 2016 | 13:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Belum tentu nama-nama yang berada dalam list Panama Papers memang bermasalah. Namun demikian, Panama Papers juga bisa menjadi pintu masuk negara untuk menelusuri aset orang kaya Indonesia dan mengejar penggelapan pajak.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutig Aufklarung Institut, Dahroni Agung Prasetyo. Agung pun membagi skandal Panama Papers ini dalam dua aspek. Yaitu aspek hukum, dan aspek etis.

"Secara hukum, nama-nama yang tercantum belum tentu salah. Namun secara etika, munculnya nama-nama pejabat atau kerabat pejabat, seperti keluarga JK menjadi catatan sendiri. Seharusnya JK malu dan meniru elit negara lain yang langsung mundur," kata Dahroni kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 13/4).


Keluarga JK yang turut muncul dalam bocoran Panama Papers bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya adalah Solihin Kalla (anak), Ahmad Kala (adik), Aksa Mahmud (adik ipar) dan Erwin Aksa (keponakan).

"Ironisnya, hingga kini, JK pun sama sekali belum mengklarifikasi hal ini. JK bungkam saja," ungkap Agung.

Agung pun menambahkan bila Jokowi tak perlu lagi meminta pertimbangan JK dalam merombak kabinet. Jokowi lebih baik meminta pertimbangan dari partai-partai pendukung, terutama Megawati.

"Secara etis, JK sudah tak layak lagi dalam ikut menentukan kabinet sebelum jelaskan masalah Panama Papers," demikian Agung. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya