Berita

Sekjen PDIP: Risma Gambaran Kepemimpinan Yang Merakyat

SENIN, 11 APRIL 2016 | 14:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Walikota Surabaya Tri Rismaharini memiliki sentuhan politik dalam wajah kerakyatan dan wajah penuh nilai-nilai kemanusiaan yang mengintegrasikan harapan rakyat dengan keputusan politik yang diambilnya.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat membedah buktu berjudul "Merajut Kemelut: Risma, PDI Perjuangan dan Pilkada Surabaya", di Universitas Airlangga Surabaya (Senin, 11/4).

"Surabaya menjadi contoh kepemimpinan yang menjadikan wong cilik sebagai sumber inspirasi, melalui sentuhan manajemen modern berbasiskan IT, dan Risma memiliki disiplin tinggi untuk bergerak ke bawah bersama rakyat. Itulah nafas kepemimpinan Risma sehingga Surabaya hadir sebagai kota yang indah, penuh dengan ruang publik hijau," kata Hasto.


Sebagai partai yang terus menerus memperbaiki diri, lanjut Hasto, PDI Perjuangan selalu membuka ruang bagi terbitnya buku-buku politik sebagai karya ilmiah populer untuk menjabarkan tradisi politik yang membangun peradaban.

Dengan menggunakan model kepemimpinan sebagaimana dikaji oleh Jim Collins dalam Buku Good to Great yang kemudian dilengkapi dengan Great by Choice, Hasto menegaskan watak kepemimpinan Risma yang merumuskan visi atas dasar kolektivitas "pemerintahan" yang dipimpinnya.

"Risma merombak tatanan kerja birokratis menjadi sederhana yang melayani publik dan kepemimpinan yang membangun peradaban karena fokus perhatian Risma pada wong cilik. Demikian halnya Risma mampu menghadapi fakta-fakta yang brutal sekalipun, dan tetap memilih langkah membangun organisasi," papar Hasto.

Dalam diri Risma, sambung Hasto, mengajarkan tiga hal. Yaitu ahli dalam menata kota dengan ruang terbuka dan kemanusiaan; terbuka dalam manajemen proyek dan pengadaan daerah karena sistem e-lelang; dan menyatukan ruang batin rakyat dengan pemerintahan daerah.

Ditambahkannya, Risma memberikan gagasan besar bahwa sebuah daerah akan maju bila kegembiraan rakyat hadir dalam kerja kota, dalam kerja kerja negara sehingga terbentuklah apa yang disebut integralisme batin rakyat dan pemerintah.

Menurut Hasto, Risma mengajarkan bahwa ekonomi Indonesia tidak boleh semata mata diberikan pada korporasi tapi diberikan kepada kaum Marhaen. Dan ekonomi marhaen adalah ekonomi UMKM. Risma pun peduli untuk membangun ekonomi rakyat berbasis UMKM di kota Surabaya.

"Bu Risma akan selalu hadir di hati rakyat karena bekerja dengan rasa cinta, bekerja dengan ketulusan. Bu Risma bisa dikatakan hadiah berarti untuk Indonesia Raya," demikian Hasto.

Selain Hasto, hadir juga pakar politik FISIP Unair Priyatmoko dalam bedah buku yang digelar Departemen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Buku ditulis wartawan LKBN Antara Abdul Hakim bersama politisi PDIP Surabaya Didik Prasetiyono. Walikota Tri Rismaharini berhalangan hadir dalam acara ini. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya