Berita

gedung dpr/net

Dicurigai Ada Mafia Di Balik Panja Gula DPR

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 06:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persoalan ketahanan pangan merupakan persoalan yang belum dan sedang dibenahi oleh Pemerintah Jokowi. Salah satunya dalam hal ketahanan pangan adalah kebutuhan gula nasional yang belum bisa disupply dari dalam negeri.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi dalam keterangan persnya kepada redaksi, Kamis (7/4).

Menurutnya, kekurangan akan kebutuhan gula di dalam negeri banyak disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kegagalan pemerintahan era SBY selama 10 tahun dalam melakukan revitalisasi perkebunan tebu dan pabrik gula yang dikelola oleh BUMN dimana yang masih menggunakan teknologi lama sehingga berpengaruh dengan besarnya hasil rendemen yang tidak optimal serta tidak adanya tambahan lahan untuk perkebunan tebu.


Hal ini dibuktikan dengan belum optimalnya produksi gula oleh Perusahaan BUMN Gula menurut Kementerian Pertanian tidak lain karena tertundanya pembangunan pabrik gula baru. Padahal, seharusnya pembangunan pabrik gula baru sudah dilakukan pada Tahun 2010 lalu, namun hingga tahun 2014 belum ada tanda-tanda pembangunannya.

"Karena itu pada era pemerintahan SBY dibuat sebuah kebijakan untuk melakukan import bahan baku gula putih yaitu gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Industri makanan dan minuman. Serta menghentikan impor gula putih langsung karena akan mematikan pabrik gula milik BUMN dan petani tebu," kata Bin Firman.

Diizinkannya industri gula rafinasi dan impor gula rafinasi selain untuk memenuhi kebutuhan gula nasional juga untuk mengurangi pemakaian devisa dolar serta dengan adanya industri gula rafinasi menyerap lapangan kerja di Indonesia sedangkan jika langsung impor putih akan semakin mengerus devisa negara dan tidak meyerap lapangan kerja

Jelas Bin Firman, ada 11 perusahaan yang mendapatkan izin untuk melakukan impor gula rafinasi dan mendirikan industri gula rafinasi, tetapi belakangan DPR membentuk Panja Gula untuk membahas masalah kebutuhan gula nasional dan produksi gula nasional.

"Beberapa waktu yang lalu di berbagai media Abdul Wahid yang menjadi Wakil Ketua Panja Gula DPR menyatakan bahwa ada sembilan perusahaan industri gula rafinasi yang bodong dari 11 perusahaan gula rafinasi dan meminta pemerintah mencabut izinnya. Tentu saja ini patut dipertanyakan apakah ini sebagai suatu aneh. Ssepertinya Abdul Wahid pura-pura tidak tahu kalau tanpa adanya industri gula rafinasi maka akan terjadi kelangkaan gula nasional dimana kekurangan kebutuhan gula nasional itu mencapai 6 juta ton lebih sedangkan produk gula nasional hanya berkisar 2 juta ton per tahun," papar Bin Firman.

Sebagai informasi sementara dari proyeksi kebutuhan gula nasional pada tahun 2015, kebutuhan gula nasional mencapai 5,77 juta ton. Lalu 2016 sebesar 5,97 juta ton naik di tahun 2017 sebesar 6,17 juta ton. Pada tahun 2018 sebesar 6,39 juta ton dan terakhir 6,61 juta ton.

"Karena itu Indonesia Development Monitoring mencurigai ada operasi senyap para mafia impor gula putih di balik Panja Gula DPR untuk mendesak pemerintah agar mengizinkan impor gula putih yang tidak diproses di dalam negeri," tegasnya.

Ia menambahkan, karena itu pihaknya mendesak KPK untuk mengawasi jalanya kerja anggota Panja Gula DPR karena rawan dengan gratifikasi untuk meloloskan rekomendasi Panja agar menyarankan pemerintah untuk melakukan impor gula putih bagi kepentingan para mafia impor gula putih. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya