Berita

Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz/net

Politik

PKB: Ada Kelompok Elit Yang Berusaha Menekan Presiden Untuk Rebut Kementerian Desa

RABU, 06 APRIL 2016 | 08:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memantau kelompok elit yang mendorong-dorong agar Presiden Jokowi melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

Politikus PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan dorongan kelompok elit itu sangat terkesan menginginkan pos Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diisi kader PKB, Marwan Jafar.

"Kami beberapa hari terakhir menyoroti betul upaya kelompok tertentu yang terus mendorong Presiden Jokowi untuk merombak kabinet. Bahkan upaya itu secara kasat mata ditujukan kepada pos menteri yang diduduki kader PKB," ujar Eem Marhamah kepada wartawan, Rabu (6/4).


Ia menyayangkan upaya kelompok tersebut. Pasalnya, Presiden Jokowi telah menegaskan para elit termasuk para menteri diharapkan tidak membuat kegaduhan.

"Ini kenapa, kok justru pembuat kegaduhan di kabinet ini adalah elit parpol sesama pendukung Presiden Jokowi," kata Eem Marhamah.

Terkait wacana perombakan kabinet, Eem Marhamah yang juga anggota DPR, mempercayakan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

"Reshuffle ini hak prerogatif Presiden Jokowi. Kami yakin Presiden memiliki pertimbangan yang arif dalam mengganti para menterinya. Soal kader PKB di kabinet, kami nilai masih on the track. Mereka selalu bekerja keras mewujudkan Nawa Cita," tambah dia.

Karena itu dia mengingatkan agar sesama partai politik pendukung Presiden Jokowi tidak saling menjatuhkan terkait rencana perombakan kabinet jilid II.

"Kami hanya heran kenapa ada sekelompok elit yang selalu berusaha menekan Presiden untuk merombak kabinet. Dan itu pun diarahkan kepada kader kami. Upaya ini membuat kesolidan kabinet terpecah," ujar mantan Ketum Kopri PB PMII itu.

Terakhir kembali ditekankan, pihaknya menyerahkan ikhwal reshuffle kabinet sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

"Partai atau siapa pun tidak perlu menekan, mendikte, apalagi memaksa soal resuffle kabinet ini," tukas Eem Marhamah. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya