Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bisa saja menangani kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto tanpa melalui proses aduan. Namun hal itu dilakukan apabila ada desakan besar dari masyarakat khususnya media sosial agar kasus "Papa Nitip Absen" diproses.
"Kami berangkat dari aduan dahulu, bisa langsung maupun dari media sosial. Dan Pimpinan MKD akan meresponnya," kata Anggota MKD, Maman Imanul Haq, Kamis (25/2).
Politikus PKB ini mengungkan, setelah ada desakan yang besar dari masyarakat atas kasus itu, maka Pimpinan MKD akan melakukan rapat internal.
Rapim MKD itu menurut Maman, untuk memutuskan apakah kasus "Papa Nitip Absen" itu dibahas lebih lanjut atau tidak.
Dia menjelaskan MKD akan menggali apakah benar, dan kalau benar, siapa yang memalsukan tanda tangan tersebut.
"Kita (MKD) ingin memahami apakah itu dilakukan atas perintah Novanto atau inisiatif Tenaga Ahli yang bersangkutan," tukas Maman, sambil menambahkan MKD akan bergerak kalau dugaan pemalsuan tanda tangan itu atas perintah Novanto.
Di media sosial, mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali menjadi sorotan oleh para netizen. Para netizen menduga Novanto melakukan dugaan pemalsuan tanda tangan saat Paripurna DPR pada Selasa (23/2), dan Novanto memang tidak terlihat menghadiri Paripurna DPR.
Komentar pertama kali disorot Lala Nabila dalam akun twitter @LalaBinal, dalam cuitannya mengunggah foto absensi Sidang Paripurna.
Foto itu menunjukkan semula dalam absensi tersebut tidak ada tanda-tangan Novanto, akan tetapi tiba-tiba kolom absen yang bertuliskan nama Setya Novanto sudah ada tanda tangannya. Akun @LalaBinal juga menyertakan bukti berita online yang memastikan bahwa Novanto tengah berada di Manado dalam acara Musda Partai Golkar Sulut. Selain itu, ada juga bukti foto saat Novanto tengah berfoto di acara tersebut.
Namun, pada hari ini, Setya Novanto telah membantah semua tuduhan tersebut. Novanto memang mengaku pada Paripurna DPR pada Selasa (23/2) lalu, ia tidak hadir. Hari itu ia mendampingi Ketum Golkar Aburizal Bakrie saat kunjungan kerja ke Mando.
Soal titip absen, Novanto menjelaskan setelah dirinya mengecek di Sekretariat Jenderal DPR, tidak ada tanda tangan dirinya.