Berita

marwan batubara/net

Bisnis

BLOK MASELA

Irres: Kita Harus Bela Kepentingan Rakyat, Negara Dan Bisnis Nasional

SELASA, 23 FEBRUARI 2016 | 12:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keputusan pemerintah untuk skenario pengembangan lapangan gas abadi blok Masela harus berdasar kajian objektif yang memihak kepentingan negara dan rakyatnya.

"Asing kita butuhkan, tapi kontraktor lokal harus hidup, dan itu semua dalam koridor kepentingan nasional," kata Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Irres), Marwan Batubara, kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Selasa, 23/2).

Menyangkut opsi pengembangan di laut (offshore) atau di darat (onshore), Marwan tidak mau bicara banyak tanpa data komprehensif dan objektif. Tetapi, dia berharap dari semua kepentingan yang bertarung di Masela, pemerintah membuat kajian komprehensif sehingga nantinya target kepentingan negara dan rakyat bisa dicapai.


"Kalau paksakan di laut, ternyata penumpang kepentingan asing dan pemburu rentenya lebih banyak, pasti kita tolak. Kita juga harus menolong penggunaan local content," tegasnya.

"Kalau memang industri dalam negeri bisa hasilkan sesuatu yang hidupkan ekonomi nasional, sepanjang itu dikaji objektif dan harganya bersaing secara internasional, kenapa harus kita redam?" tambahnya.

Dia menolak tegas opsi offshore yang 100 persen sarananya berasal dari luar negeri. Namun dia juga ingatkan, kontraktor lokal pun tidak boleh memaksakan kehendak, apalagi melakukan mark up.

"Dalam hal ini, local content jangan jadi beban. Jangan sampai dia sudah dapat (proyek), tapi harganya gila-gilaan. Bandingkan saja dengan harga luar negeri. Kalau (lokal) beda sedikit lebih tinggi dari asing misalnya, bagi saya kita harus tetap memihak kekuatan lokal," terangnya.

Dia mengingatkan pemerintah, isu Masela tidak boleh ditunggangi korporasi asing (Inpex dan Shell) yang sedang mengembangkan kilang terapung di Australia.

"Irres bersikap, bela kepentingan rakyat dan negara, bela kepentingan bisnis nasional. Tapi, jangan ada KKN apalagi mark up," pungkas Marwan. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya