Berita

Spirit Indonesia Incorporated PTDI Dan Kemenpar Di Singapore Air Show

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 21:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Industri penerbangan dan pariwisata ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Kedua industri tersebut harus bersinergi untuk sama-sama mencapai target.

"Inilah yang Pak Menpar Arief Yahya sering menyebut dengan istilah Indonesia Incorporated!," tutur Sekretaris Menteri Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara, Sabtu dalam siaran persnya (Sabtu, 20/2).

"Kalau sudah ke luar, harus kompak, gotong royong, sinergi untuk bangun bangsa secara bersama-sama. Tidak ada ego sektoral, tetapi saling mengisi, saling memperkokoh. Dan ini juga selaras dengan semangat  revolusi mental," sambungnya.


Spirit Indonesia Incorporated yang dicanangkan Menpar di berbagai events tersebut terbaca di Singapore Air Show 2016. Di pameran kedirgantaraan itu, Kemenpar mensupport PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang turut berpartisipasi di Changi Exhibition Expo. Sebaliknya, ekor pesawat yang diproduksi dan dipamerkan itu dibranding Wonderful Indonesia. Selain itu, desain booth PT DI juga menggunakan langit Indonesia yang biru cerah, dengan logo Wonderful Indonesia itu.

Ukus sendiri ingin industri pariwisata Indonesia dapat terus hidup, eksis dan berkembang pesat. Wonderful Indonesia harus mendunia. Karenanya Singapore Air Show jadi pilihan untuk bersama-sama menjadi besar. Apalagi, hingga Sabtu (20/2), even yang digelar di Changi Exhebition Expo Singapore itu sudah dikunjungi 44.000 pengunjung bisnis.

"Angka yang sangat besar. Karenanya Kementerian Pariwisata all out memasarkan destinasi wisata Indonesia. Dua Putri Pariwisata 2015, Dikna Paradiba serta Miss Tourism World Indonesia 2015, Nawangwulan Hanafi turut tampil distand PT DI," urai Ukus, yang turut menyaksikan pameran tersebut.

Jurus ini ternyata ampuh menarik perhatian pengunjung yang datang ke Singapore Air Show. Sekitar 50 perusahaan penerbangan asing datang ke booth PT Dirgantara Indonesia. Bahkan Flight Daily News ikut mempublikasikan kehadiran duta Wonderful Indonesia, Dikna dan Nawangwulan di edisi 18 Februari 2016.

"Sinergi itu perlu. Wonderful Indonesia juga terus dipromosikan oleh para putri itu melalui berbagai cara, termasuk media sosial. Selain tiga greaters, juga mempromosikan 10 destimasi utama. Kami juga butuh PT DI untuk membuat pesawat-pesawat perintis yang bisa menjangkau pulau-pulau terluar Indonesia. Kalau semua konek, kita bisa lari lebih cepat lagi," tambah Ukus.

Sabtu (20/2), dan Minggu (21/2), pameran dirgantara yang disebut terbesar di Asia itu dibuka untuk umum. Panitia membatasi jumlah pengunjung selama akhir pekan menjadi 85.000 orang. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya