Berita

ilustrasi/net

Dunia

GEMPA TAIWAN

Harapan Menemukan Korban Selamat Kian Tipis

SENIN, 08 FEBRUARI 2016 | 01:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Harapan untuk menemukan puluhan korban gempa Taiwan yang terjebak dalam reruntuhan sebuah kompleks apartemen 17 lantai, di Weiguan Jinlong di Kota Tainan, semakin menipis.

Sebagian besar dari 27 orang yang tersisa dalam timbunan hampir dipastikan telah meninggal dunia.

Gempa 6,4 SR pada Sabtu lalu itu telah melukai sedikitnya 500 orang. Sekitar 200 orang berhasil diselamatkan, sementara puluhan orang lain masih dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, seorang bayi perempuan berusia enam bulan yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan dinyatakan wafat di rumah sakit.


Ratusan tentara dilibatkan dalam upaya penyelamatan, dengan bantuan peralatan berteknologi tinggi, anjing pelacak dan crane. Tempat penampungan terus disediakan buat para korban yang telah kehilangan rumah mereka.

Data sensus menyebut bahwa ada sekitar 260 orang yang tinggal di apartemen nahas itu. Namun, jumlah itu kemungkinan berlipat ganda menjadi lebih dari 300 orang mengingat banyaknya tamu berdatangan ke apartemen menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek.

Wartawan BBC, di Kota Tainan, melaporkan bahwa para keluarga korban mulai putus asa menunggu kabar keselamatan kerabat mereka.

Walikota Tainan, William Lai, mengatakan pihaknya menyiapkan proses penyelidikan atas fakta ketidaklayakan bangunan apartemen yang menyebabkan tingginya angka korban gempa.

"Kami juga telah menugaskan tiga badan independen untuk menyimpan bukti selama penyelamatan, sehingga kami dapat membantu warga jika mereka ingin mengajukan tuntutan hukum di masa depan. Kami akan meminta pihak pembangun agar bertanggung jawab jika mereka telah melanggar hukum,” terang Lai.

Tainan sendiri menjadi tempat yang dihuni sekitar 16.000 WNI yang mayoritas bekerja di sektor manufaktur atau perawat warga Lansia. Kaohsiung dan kabupaten Pingtung adalah dua wilayah lain yang terkena dampak paling parah dari gempa. Dia kedua tempat terakhir itu juga banyak terdapat WNI.

Sejauh ini kabar resmi menyebut sedikitnya tiga orang WNI menjadi korban tewas musibah alam tersebut. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

"Surat" dari MSCI, Gempa di IHSG

Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:06

Jelang Harlah ke-100 NU, Ribuan Warga Nahdliyyin Padati Istora Senayan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:58

Sebelum Letakkan Jabatan, Mahendra Siregar Beri Sinyal Positif untuk Danantara

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:51

Kevin Warsh, Veteran Bank Sentral Calon Ketua The Fed

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:41

OJK Buka Pintu bagi Danantara dalam Rencana Demutualisasi BEI

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:17

Donald Trump Resmi Tunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:04

Pantai Larangan Tegal Penuh Kayu Gelondongan dari Gunung Slamet

Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:29

Polri di Bawah Presiden Pastikan Tugas Kamtibmas Berjalan Baik

Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:06

Yel-yel Panitia Haji

Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:49

LaNyalla Dorong Pemulihan Cepat Ekosistem Pulau Gili Iyang

Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:20

Selengkapnya