Berita

net

Pendidikan Perempuan Penting Untuk Mencegah TPPO

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 11:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pendidikan untuk kaum perempuan penting ditingkatkan, guna mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat Erica Zainul Majdi saat membuka seminar dan Musyawarah Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) bertema 'Pendidikan Kemandirian Perempuan Untuk Melawan Perdagangan Orang 'di Hotel Lombok Raya, Mataram (Minggu, 7/2).

"Saya 100 persen setuju dengan tema ini. Ini tool yang efektif untuk melawan perdagangan manusia," jelasnya dalam seminar yang merupakan rangkaian acara Hari Pers Nasional 2016 ini.


Menurutnya, kalau kaum perempuan sudah memiliki pendidikan, tidak akan mudah diimingi-imingi dengan pekerjaan yang menggiurkan karena mudah dan mendapatkan bayaran yang besar.

"(Kalau berpendidikan), mudah cari pekerjaan, tidak gampang ditawari pekerjaan apa saja. Saya setuju memastikan perempuan Indonesia terdidik," ucap istri Gubernur NTB TGB Zainul Majdi ini.

Namun, dia mempertanyakan, apa yang harus dilakukan ke korban yang tidak mau lepas dari jaring bisnis yang berawal dari perdangan manusia. Karena pihaknya banyak juga menemukan korban yang sudah dibina dengan berbagai skill, tapi kembali ke pekerjaan awal mereka.

"Kami banyak interaksi ke tuna sosial yang bekerja atau mantan PSK. Baik pembinaan, penyuluhan anti-HIV-Aids. Mereka itu awalnya ngaku karena jadi korban perdagangan. Tapi kemudian dibina, diberi pendidikan, skil seperti salon, menjahit, dan memasak. Mereka sudah bisa memasak dengan baik, minimal sudah bisa buka warteg. Tapi mereka kembali ke kerja yang dulu," ucapnya dengan nada miris.

Karena itu dia bertanya, bagaimana kalau perempuan yang bekerja sebagai PSK diberi sanksi kalau masih tetap ke pekerjaan semula padahal sudah diberi sanksi. Dia meminta hal itu bisa dijawab dalam rekomendasi IKWI.

"Selama ini dibina baru dilepas. Apakah berbeda, kalau disanksi proses hukum, baru dilepas. Karena bisa juga membuat jera," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erica juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihaknya masih memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja wanita ke luar negeri. Makanya tak heran, ketika dia berkunjung ke Arab Saudi, pihak negara tersebut mengeluh.

"Saya baru kembali dari Arab Saudi sudah, tidak ada pekerja dari NTB. Yang ada keluhan dari banyak warga Arab Saudi, mereka terpaksa (TKW) ambil dari Afrika," tandas Erica. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya