Berita

Menperin Kembali Desak Jepang Bangun Industri Komponen Di Indonesia

SENIN, 01 FEBRUARI 2016 | 21:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perindustrian Saleh Husin kembali meminta Jepang membangun industri komponen otomotif di Indonesia. Langkah ini untuk memperkuat struktur industri, menciptakan lapangan kerja dan akses teknologi bagi pelaku industri komponen domestik.

Penegasan tersebut disampaikan Saleh Husin saat pertemuan dengan Gubernur Fukuoka, Hiroshi Ogawa di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (1/2).

Fukuoka merupakan provinsi di Jepang bagian selatan yang menjadi salah satu konsentrasi industri kendaraan bermotor terkemuka di Negeri Sakura itu. Terdapat pabrikan kelas dunia yaitu Toyota, Daihatsu dan Nissan beserta sekitar 500 perusahaan industri terkait.  


"Secara khusus, saya minta Jepang tidak tanggung-tanggung dalam berbisnis otomotif di Indonesia. Selain meneruskan aktivitas industri dan investasi, juga mesti membangun industri komponen. Jadi jangan hanya memanfaatkan pasar bagi penjualan produk,” kata Menperin.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki, Chairman of Fukuoka Prefectural Assembly Tadatoshi Inoue, Vice Director General Department of Commerce and Industry Fukuoka Yoshitoshi Kojima. Selain itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin, A Riyanto.

Pemerintah Indonesia, Menperin menekankan, mendukung langkah Jepang selama ini yang terus menjalin kerja sama dan menanamkan modal di Indonesia.

Menteri Saleh juga memaparkan, populasi kelas menengah di Indonesia mencapai 80-90 juta dari total penduduk 250 juta jiwa. Angka ini lebih besar dari total penduduk Thailand yang sekira 60 juta jiwa.

"Tapi pabrik mobil Jepang lebih banyak di Thailand. Maka saya tak bosan-bosan selalu minta agar Jepang meningkatkan investasi dengan langkah konkret membangun pabrik-pabrik komponen di Indonesia. Pasar otomotif lebih besar di sini kok pabriknya di luar," kata Menperin.

Lebih lanjut, Saleh mengungkapkan industri komponen domestik masih kurang sehingga berharap dukungan pihak prinsipal terhadap industri komponen ditingkatkan. Dia juga mengapresiasi Krakatau Nippon Steel, hasil patungan Krakatau Steel dengan perusahaan asal Jepang yang mengembangkan industri baja untuk kebutuhan otomotif.

Menanggapi Menperin, Gubernur Fukuoka Hiroshi Ogawa mengatakan langkah perusahaan asal Jepang memperkuat industri di luar negeri adalah hal penting. "Pasar Indonesia tumbuh pesat dan menjadi pasar terbesar di ASEAN. Dari sisi industri, juga telah menjadi basis produksi terdepan. Inisiatif mengembangkan industri komponen telah dimulai 2012 dan pada 2014 kami makin fokus ke arah produksi melalui kemitraan dengan perusahaan komponen Indonesia termasuk pembicaraan investasi,"  ujarnya.

Pada kesempatan itu Executive Management Astra International, FX Sri Martono mengatakan, pihaknya akan mempertemukan 15 IKM komponen Indonesia dengan pelaku industri otomotif Fukuoka. Interaksi intens ini, nantinya bermuara hingga pembentukan joint venture antara industri Jepang dengan IKM komponen kita,” katanya.

Sementara itu Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan optimistis industri kedua negara dapat mempererat kerja sama dan bersama-sama memperkuat struktur industri Indonesia. Kapasitas produksi pabrik-pabrik otomotif Jepang yang berlokasi di Indonesia mencapai 2 juta unit per tahun. Sekarang yang baru dimanfaatkan baru 1 juta sehingga ada idle capacity yang besar untuk kita manfaatkan," pungkas Putu. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya