Berita

kereta cepat/net

Politik

Anggota Komisi V: Tidak Ada Urgensi Membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung

SABTU, 23 JANUARI 2016 | 10:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Isu Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang pembangunannnya sudah diresmikan Presiden Joko Widodo sudah sering dibicarakan di tingkat Komisi V DPR RI.

Demikian disampaikan Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Epyardi Asda, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (23/1),

Menurutnya, Komisi V sering membicarakan terutama soal apakah kereta cepat teknologi China itu sudah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan apakah sesuai kebutuhan masyarakat.


"Transportasi adalah sebuah keniscayaan yang dibutuhkan masyarakat untuk memperdekatkan jarak, meningkatkan perekonomian, dan menggampangkan komunikasi suatu daerah. Kalau berangkat dari tujuan-tujuan itu, ada sedikit pertanyaan soal pembangunan kereta cepat itu. Apakah ada urgensinya?" kata Epyardi.

Kata dia, di saat rakyat di daerah tertinggal lebih membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai, seolah pemerintah hanya pikirkan Jakarta-Bandung yang sebetulnya sangat memadai infrastrukturnya.

"Dari segi urgensinya, apa yang kita harapkan dari kereta cepat? Meningkatkan ekonomi? Siapa yang pakai kereta cepat ini? Memang ini belum layak. Saya yakin masyarakat Jakarta-Bandung akan lebih memilih kendaraan pribadi," jelasnya.

"Kecuali kereta cepat ini untuk Jakarta-Surabaya, ini masih masuk akal. Untuk ke Bandung urgensinya belum tinggi," tegasnya.

Dia ungkapkan, sikap para anggota Komisi V DPR cukup alot menyikapi kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Ada yang mendukung dan tidak mendukung," sebutnya. [ald] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya