Berita

muladi/net

Pertahanan

Muladi Tolak Kewenangan BIN Menangkap

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 17:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah publik menilai aparat intelijen lalai menggagalkan aksi teror bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, muncul usul agar pemerintah dan parlemen menambah kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN).

Sutiyoso selaku Kepala BIN meminta agar BIN diberi kewenangan untuk melakukan penangkapan terduga teroris.

Permintaan tersebut ditanggapi tim ahli Kementerian Hukum dan HAM, Prof. Muladi. Dia mengkhawatirkan bakal terjadi banyak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) jika kewenangan BIN diperluas.  


"BIN, TNI, BNPT diusulkan memiliki kewenangan menangkap, saya kira tidak boleh karena berpotensi terjadi ekses pelanggaran HAM," terang Muladi, kepada wartawan, Jumat (22/1).

Dia tetap menolak ide itu walau Sutiyoso mengklaim pihaknya sudah jauh hari sebelumnya mendeteksi ancaman terorisme namun tak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak ada kewenangan lebih.

Kekhawatiran Muladi bertambah karena penangkapan oleh BIN bersifat tertutup, tidak diketahui publik. Hal ini bisa mengembalikan Indonesia ke era otoritarianisme.

"Nanti kembali pada masa lalu. Kalau yang menangkap BIN enggak jelas periksanya di mana," tegasnya.

Prof. Muladi pun menyarankan agar BIN dan BNPT meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian apabila berhasil mendeteksi ancaman terorisme.

"Masalah kita kan sebenarnya di koordinasi,” kata Prof Muladi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya